2 Polisi Cianjur yang Terbakar Harus Dioperasi Plastik

Bripda Yudi dan Bripda Aris Simbolon, anggota Polres Cianjur yang terbakar saat mengamankan demonstrasi, akan menjalani operasi plastik. Tindakan medis itu dilakukan karena luka bakar yang dialami Yudi dan Aris cukup dalam sehingga butuh operasi agar bisa sembuh.
Dokter spesialis bedah plastik sekaligus penanggung jawab pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Hardisiswo Soedjana, mengatakan Yudi menderita luka bakar seluas 13,5 persen di bagian leher dan tangan kanan. Sedangkan Aris menderita luka bakar seluas 6,5 persen di leher, sebagian dada, dan lengan kanan bagian atas. Keduanya menderita luka bakar yang cukup dalam.
"Dengan derajat kedalaman, kalau kami bilang, agak dalam. Jadi di atas (melewati) superfisial (lapisan epidermis yang paling luar)," kata dia di RSHS, Senin (19/8).
Hardi menjelaskan, luka yang diderita di lapisan superfisial dapat disembuhkan dalam jangka waktu satu pekan hingga sepuluh hari. Kulit yang luka di bagian itu akan tumbuh dengan sendirinya.
Akan tetapi, sambung Hardi, diperlukan penanganan intensif dengan melakukan sulam atau tambal kulit apabila luka yang diderita melewati lapisan superfisial. Jika luka yang melewati lapisan itu tidak dilakukan tindakan medis maka berisiko timbul infeksi.
"Masalahnya adalah dalam luka bakarnya sehingga membutuhkan tindakan operasi untuk penyembuhannya. Dan karena dalam ancaman infeksi masih ada jadi membutuhkan perawatan yang agak lama dibanding kalau superfisial," ujar dia.
"Karena cukup luas, kita tunggu juga mana yang bisa ditambal dan mana yang bisa sembuh spontan karena blok-blokan ada yang terkena dan ada yang tidak terlalu dalam," tambah dia.
Namun, Hardi memastikan, saat ini dua pasiennya berada dalam kondisi yang baik meski kemarin sempat mengalami demam. Luka superfisial yang diderita pun sebagian telah menjadi kulit kembali.
"Nah, kita cegah jangan sampai yang superfisial jadi dalam atau yang setengah dalam jadi makin dalam. Itu bisa terjadi. Kita cegah dengan perawatan luka yang baik, gizi yang baik, dehidrasi yang cukup. Kita ada ahli gizi yang memberikan buah- buahan segala macam," ungkap dia.
Saat mengawal demonstrasi di gerbang Kantor Pemkab Cianjur, Kamis (15/8), ada empat polisi yang mengalami luka bakar. Mereka dijilat api setelah seorang pendemo melemparkan bahan bakar ke api yang berkobar.
Polisi yang terbakar adalah Aiptu Erwin Yudha, Brigadir Dua Aris Simbolon, Brigadir Dua Yudi, dan Brigadir Anif.
Aris dan Yudi menjalani pengobatan di Bandung. Sedangkan Erwin dan Anif dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta.
Dalam peristiwa terbakarnya 4 polisi itu, tiga mahasiswa ditetapkan sebagai tersangka, termasuk di pelempar bahan bakar.
