2 Stasiun MRT yang Rusak pada Demo Omnibus Law Selesai Diperbaiki

kumparanNEWSverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Stasiun MRT Jakarta yang selesai dipebaiki, usai dirusak usai demo, di Jakarta. Foto: MRT Jakarta
zoom-in-whitePerbesar
Stasiun MRT Jakarta yang selesai dipebaiki, usai dirusak usai demo, di Jakarta. Foto: MRT Jakarta

Aksi demo tolak Omnibus Law menyisakan sejumlah kerusakan di fasilitas umum Jakarta. Salah satunya di pintu-pintu masuk stasiun MRT.

Namun, 3 hari proses pemulihan, kini pintu-pintu stasiun MRT yang rusak sudah bisa digunakan. Pintu yang terdampak yakni pintu masuk Stasiun MRT Jakarta Bundaran HI dan Setiabudi Astra.

Stasiun MRT Jakarta yang selesai dipebaiki, usai dirusak usai demo, di Jakarta. Foto: MRT Jakarta

“Mulai hari ini 12 Oktober 2020, seluruh fasilitas stasiun MRT Jakarta yang terdampak telah selesai diperbaiki dan dapat digunakan kembali oleh pengguna MRT Jakarta,” ungkap Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, dalam keterangannya, Senin (12/10).

Dia mengapresiasi atas kerja keras tim dan seluruh pihak yang telah turun dalam melakukan pemulihan fasilitas stasiun MRT.

Stasiun MRT Jakarta yang selesai dipebaiki, usai dirusak usai demo, di Jakarta. Foto: MRT Jakarta

“Dalam kurun waktu 3 hari perbaikan seluruh fasilitas stasiun terdampak dapat diselesaikan. Hal ini dilakukan dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama pengguna MRT Jakarta,” kata dia.

Sementara untuk operasional selama PSBB Transisi, jadwal operasional MRT Jakarta di hari kerja dimulai pukul 05.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Sedangkan di hari libur/akhir pekan dimulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB.

Seluruh protokol kesehatan juga diterapkan. Salah satunya pembatasan maksimal penumpang 50 persen dari kapasitas yaitu 62-67 orang per kereta (gerbong) atau 390 orang per rangkaian kereta.

embed from external kumparan