2 Tahun Tak Mudik, Pemudik Asal Bandung Meninggal di Bus Menuju Solo

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Terminal Tirtonadi Foto:  Cornelius Bintang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Terminal Tirtonadi Foto: Cornelius Bintang/kumparan

Seorang pemudik meninggal dunia di dalam bus Po. Rajawali AD 7152 OA jurusan Bandung-Solo saat perjalanan menuju ke Terminal Tirtonadi Surakarta, Jawa Tengah, pukul 07.00 WIB, Jumat (29/4).

Koordinator Terminal Tipe A Tirtonadi Solo, Joko Sutriyanto, mengonfirmasi adanya seorang pemudik yang meninggal dunia di dalam bus di Terminal Tirtonadi Solo. Seorang pemudik itu, yakni Agung (49), warga Desa Mongsari Kecamatan Jatipuro Karanganyar.

Dilansir Antara, korban meninggal dunia dalam keadaan duduk miring pada tempat duduk bus bagian tengah sebelah kanan, yang diduga karena sakit saat perjalanan dari Bandung menuju Terminal Tirtonadi Solo.

Warga yang meninggal di dalam bus saat mudik tersebut dari informasi memang kondisinya tidak sehat, dan sudah diperingatkan oleh pihak keluarga, tetapi dia memaksa ikut mudik. Korban memiliki riwayat penyakit bawaan jantung dan asma.

"Korban kemungkinan sudah dua tahun tidak bisa mudik kemudian ingin bertemu sanak saudaranya pulang ke kampung. Jenazah korban kemudian diserahkan ke pihak kepolisian kemudian dibawa ke rumah sakit pemeriksaan forensik," kata Joko.

Kepala Polsek Banjarsari Polresta Surakarta Kompol Djoko Satrio Utomo menjelaskan kronologi kejadian berawal korban naik bus Po Rajawali dari Cicaheum Bandung Jabar dengan tujuan Jatipuro Karanganyar, pada Kamis (28/4) pukul 17.00 WIB.

Korban yang naik bus ketika sampai Kartasura Sukoharjo, Jumat, pukul 06.30 WIB, salah satu saudaranya berniat membangunkan. Selanjutnya sopir bus menepikan bus untuk mengecek denyut nadi pada tangan korban. Dan didapati korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Bus kemudian melanjutkan perjalanan sampai Terminal Tirtonadi Solo dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Banjarsari Surakarta.

Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan di tubuh korban. Diperkirakan korban mempunyai riwayat sakit asma karena di tas korban ditemukan alat bantu pernafasan.

"Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Dr. Moewardi Surakarta untuk penanganan lebih lanjut," kata Kompol Djoko.

===

Kamu mudik di lebaran tahun ini? Share informasi di sepanjang jalur mudik ke email redaksi@kumparan.com. Kirimkan foto atau video beserta informasi singkat. Jangan lupa sertakan kontak yang bisa dihubungi tim redaksi kumparan.

Laporan terbaik akan mendapatkan hadiah voucher Happyfit masing-masing senilai Rp 500 ribu untuk 5 orang dan saldo digital masing-masing Rp 300 ribu untuk 10 orang.