2 Tentara Terluka Akibat Ranjau, Thailand Stop Perjanjian Damai dengan Kamboja

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto yang dirilis oleh Angkatan Darat Kerajaan Thailand ini, tentara Thailand memeriksa daerah perbatasan saat dua ranjau darat anti-personil ditemukan pada hari Minggu (20/7/2025). Foto: Royal Thai Army via AP
zoom-in-whitePerbesar
Foto yang dirilis oleh Angkatan Darat Kerajaan Thailand ini, tentara Thailand memeriksa daerah perbatasan saat dua ranjau darat anti-personil ditemukan pada hari Minggu (20/7/2025). Foto: Royal Thai Army via AP

Thailand menghentikan perjanjian damai dengan Kamboja pada Senin (10/11). Keputusan itu diambil setelah dua tentaranya menjadi korban ranjau darat di perbatasan Kamboja.

Kedua negara sebelumnya menandatangani perjanjian damai dalam KTT ASEAN yang digelar di Malaysia pada Oktober lalu. Kesepakatan tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Perjanjian itu bertujuan mengakhiri konflik berdarah di perbatasan kedua negara yang pecah pada Juli lalu. Konflik tersebut menewaskan 43 orang dan menyebabkan sekitar 300 ribu warga dari kedua negara kehilangan tempat tinggal.

Presiden AS Donald Trump menyaksikan PM Thailand Anutin Charnvirakul dan PM Kamboja Hun Manet menunjukkan dokumen penandatanganan kesepakatan gencatan senjata di sela-sela KTT ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/10/2025). Foto: Evelyn Hockstein/REUTERS

Menurut keterangan militer Kerajaan Thailand, ledakan ranjau terjadi di Provinsi Sisaket, wilayah yang berbatasan langsung dengan Kamboja. Satu tentara dilaporkan menderita luka parah di bagian kaki, sementara satu lainnya mengalami nyeri dada akibat ledakan.

“Kami akan menghentikan tindak lanjut dari deklarasi bersama,” kata juru bicara Pemerintah Thailand, Siripong Angkasakulkiat, seperti dikutip dari AFP.

Ilustrasi peta Thailand dan Kamboja. Foto: AustralianCamera/Shutterstock

Siripong menambahkan, penghentian tersebut juga berarti pembatalan rencana pembebasan terhadap 18 tentara Kamboja yang saat ini masih ditahan di Thailand.

Pemerintah Kamboja belum memberikan komentar resmi terkait insiden yang melukai dua tentara Thailand itu. Namun, Kamboja berulang kali membantah tuduhan dari Bangkok bahwa mereka menanam ranjau darat baru di sepanjang perbatasan.

Kementerian Pertahanan Kamboja dalam pernyataan terpisah menegaskan komitmen mereka untuk tetap memelihara perdamaian.