2 Terduga Pelaku Pembunuhan Sekeluarga di Indramayu Sempat Kabur ke Jateng-Jatim

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Muchammad Arwin Bachar. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Muchammad Arwin Bachar. Foto: kumparan

P dan S, dua terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Indramayu ditangkap polisi pada Senin (8/9) sekitar pukul 03.00 WIB di Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu.

Sebelum ditangkap, keduanya sempat melarikan diri hingga ke Jawa Timur. Namun polisi tidak mengungkap daerah mana saja yang disinggahi mereka.

"Sempat (kabur) ke arah Jawa Tengah, ke Jawa Timur, dan akhirnya kembali lagi ke Indramayu," ucap ‎Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Muchammad Arwin Bachar kepada wartawan, Senin (8/9).

Saat pelarian itu, P dan S yang merupakan warga Indramayu itu kebingungan sehingga memutuskan utuk kembali ke Indramayu.

"Namun kemudian kembali lagi ke Indramayu karena mereka berdua tidak tahu harus berbuat apa dalam pelarian itu, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali lagi ke Indramayu," katanya.

Saat proses penangkapan, kedua terduga pelaku sempat melakukan perlawanan. Polisi akhirnya mengambil tindakan tegas dan terukur.

‎‎"Ada perlawanan dan akhirnya kami mengambil tindakan tegas terukur untuk keduanya," tegasnya.

Hingga kini, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain di balik kasus yang menggegerkan warga Indramayu tersebut.

S alias I, terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Indramayu ditangkap polisi, Senin (8/9/2025). Foto: Dok. Istimewa

Motif dan Modus Masih Didalami

Arwin mengatakan, saat ini polisi masih mendalami motif para pelaku. Keduanya masih diperiksa intensif oleh penyidik.

"Motif dan modusnya sedang kita dalami. Setelah pemeriksaan selesai, nanti akan kami sampaikan dalam rilis resmi,” ucap Arwin.

P, terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Indramayu ditangkap polisi, Senin (8/9/2025). Foto: Dok. Istimewa

Hubungan Korban dan Pelaku

Informasi awal, kedua pelaku memiliki hubungan pertemanan dengan salah satu korban yakni H. Sahroni yang merupakan pensiunan pegawai bank pemerintah.

"Hubungan antara pelaku dan korban itu hanya saling kenal dan juga pernah kebetulan bekerja bersama dengan salah satu korban di salah satu bank," kata Arwin.

Daftar Korban

Korban terdiri dari seorang kakek, pasangan suami istri, serta dua anak perempuan, salah satunya masih duduk di bangku kelas 1 SD dan seorang bayi berusia 8 bulan.‎ Kelimanya dikubur dalam satu lubang di belakang rumah mereka.

Berikut identitas korban:

  1. H. Sahroni bin almarhum H. Toyib (75), pensiunan bank BUMN sekaligus pemilik rumah.

  2. ‎Budi (45), anak pertama Sahroni, berprofesi sebagai wiraswasta.

  3. ‎Euis (40), istri Budi, ibu rumah tangga.

  4. ‎Ratu (6), anak pertama pasangan Budi dan Euis.

  5. ‎Bela (8 bulan), anak kedua pasangan Budi dan Euis.