2 Teroris di Jakbar yang Diciduk Densus Terpapar Radikalisme dari Medsos
ยทwaktu baca 2 menit

Densus 88 Antiteror menangkap lagi dua terduga teroris di wilayah Jakarta Barat. Keduanya ditangkap oleh Densus 88 pada Selasa (6/8).
Juru Bicara Densus 88, Kombes Pol Aswin Siregar menyatakan, kedua terduga teroris telah merakit bahan peledak, yang kini telah diamankan oleh Densus 88.
"Kemudian dalam pendalaman, berdasarkan penyidikan yang dilakukan, kita ketahui dua orang ini telah merakit pula bahan peledak yang sudah diamankan penyidik Densus 88," ujar Aswin dalam konferensi pers di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Rabu (7/8).
Meski kedua teroris tersebut telah merakit bahan peledak, Aswin mengatakan mereka bukan termasuk dalam jaringan teroris aktif. Tapi mereka memang giat menyebarkan propaganda radikalisme di media sosial.
"Namun hal ini patut menjadi perhatian kita kembali, bahwa kedua orang ini tidak dalam jaringan teror yang aktif," ucap Aswin.
Kemudian, kedua terduga teroris yang diamankan Densus 88 ini terpapar radikalisme dari kegiatan di media sosial.
Kedua terduga teroris juga memiliki niat untuk melakukan serangan aksi tersebut. Namun belum diketahui, di mana aksinya akan dilakukan.
"Jadi mereka teradikalisasi, terpapar dan kemudian memiliki niat untuk melakukan serangan tersebut. Termotivasi dari kegiatan di media sosial," tuturnya.
Kedua teroris ini memiliki kesamaan dalam paparan radikalisme, yang menyambung pada tersangka teroris berinisial HOK di Batu, Malang.
Mereka sama-sama terpapar lewat media sosial, baik itu berupa grup, privat atau internet secara umum.
"Mungkin kita harus semakin waspada bahwa proses radikalisasi atau termotivasinya seseorang, untuk melakukan tindakan teror di dalam negeri, banyak sekarang dipengaruhi dari sosial media," pungkasnya.
Sebelumnya, Densus 88 juga menangkap seorang terduga teroris berinisial HOK (19) di Kota Batu, Malang. Pria ini terdeteksi sebagai lone wolf atau bergerak sendiri. Ia terpapar paham radikalisme melalui internet dan sudah berbaiat dengan ISIS.
