2 Warga Sipil Tewas dalam Baku Tembak Pasukan di Perbatasan Thailand-Kamboja

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto yang dirilis oleh Angkatan Darat Kerajaan Thailand ini, tentara Thailand memeriksa daerah perbatasan saat dua ranjau darat anti-personil ditemukan pada hari Minggu (20/7/2025). Foto: Royal Thai Army via AP
zoom-in-whitePerbesar
Foto yang dirilis oleh Angkatan Darat Kerajaan Thailand ini, tentara Thailand memeriksa daerah perbatasan saat dua ranjau darat anti-personil ditemukan pada hari Minggu (20/7/2025). Foto: Royal Thai Army via AP

2 warga sipil Thailand dilaporkan tewas dan 2 lainnya terluka akibat baku tembak yang terjadi di perbatasan Thailand-Kamboja, Kamis (24/7), dikutip dari Reuters.

Pejabat di Kabcheing, provinsi Surin, Sutthirot Charoenthanasak, mengatakan sekitar 40 ribu warga dari 86 desa telah dievakuasi ke tempat yang aman.

Konflik antara Thailand dan Kamboja semakin memanas. Pagi ini waktu setempat, kontak senjata antar pasukan kedua negara di perbatasan kembali terjadi.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja mengatakan, kontak senjata merupakan bentuk pertahanan diri dari serangan yang dilakukan Thailand. Namun, Thailand menyebut prajurit Kamboja yang memulai kontak senjata.

Kepolisian Thailand berjaga di Pos Pemeriksaan Perbatasan Internasional Ban Khlong Luek yang ditutup antara Thailand dan Kamboja, di distrik Aranyaprathet, Thailand, Selasa (24/6/2025). Foto: Lillian Suwanrumpha/AFP

Ketegangan antarnegara berawal dari sengketa perbatasan yang berujung pada baku tembak pada Mei 2025. Seorang prajurit Kamboja tewas akibat baku tembak itu.

Kedua negara mengambil tindakan keras. Thailand dan Kamboja sama-sama menutup perbatasan dan membatasi akses penyeberangan orang dan komoditas.

Pada Selasa (22/7), Thailand menuduh Kamboja memasang ranjau darat di wilayah perbatasan yang disengketakan. Kamboja membantah tuduhan itu.

Otoritas Thailand mengungkapkan tiga prajuritnya terluka karena ranjau darat ketika berpatroli pada 16 Juli di wilayah perbatasan antara Ubon Ratchathani di Thailand dan provinsi Prear Vihear di Kamboja.

Satu dari tiga prajurit yang terluka bahkan harus kehilangan satu kaki akibat ranjau darat.