204 Juta Orang Indonesia Telah Divaksin COVID-19
ยทwaktu baca 2 menit

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 204.049.816 masyarakat Indonesia telah divaksinasi COVID-19. Capaian vaksin dosis pertama sebanyak 75,52 persen, dan dosis kedua sebesar 64,69 persen.
"Vaksinasi bisa kami laporkan di sini Indonesia masuk lima besar dunia. Kita berada di bawah Amerika, China, India, Brasil. Kita sudah memberikan hampir 450 juta dosis vaksin yang disuntikkan ke 204 juta orang," ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers, Kamis (5/10).
Dalam paparan yang disampaikan Budi, jumlah capaian vaksin booster pertama sebesar 68.640.385 orang. Sementara booster kedua baru diterima oleh 1.224.221 orang.
"Dari 204 juta orang ini khususnya yang masuk target populasi yaitu 234 juta, itu yang anak-anak dan dewasa itu cakupannya dua dosisnya 74,4 persen. Dari total populasi Indonesia 270 juta, ini termasuk bayi balita yang bukan merupakan target vaksinasi, itu cakupannya 75 persen dosis pertama, dan 64 persen dosis kedua," kata Budi.
Menkes Budi menjelaskan bahwa tingkat vaksinasi masyarakat Indonesia selama ini menjadi penyebab turunnya angka kasus COVID-19. Kekebalan akibat vaksin ditambah infeksi alami menyebabkan antibodi masyarakat yang tinggi.
"Vaksinasi ini sudah berhasil menurunkan secara drastis kasus COVID-19 di Indonesia. Program vaksinasi kita dilakukan cukup efektif. Adanya gelombang-gelombang baru sesudah Omicron, yaitu varian BA.4, BA.5, dan yang terakhir varian BQ.1 dan XBB ternyata tidak membuat lonjakan baru di Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, usai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dihentikan pada 30 Desember lalu, Satgas COVID-19 menyebut masih mewajibkan vaksin booster sebagai syarat perjalanan jarak jauh.
Hingga kini juga pemerintah baru menyediakan vaksin booster kedua bagi tenaga kesehatan dan lansia. Sementara bagi masyarakat umum hanya diperbolehkan vaksin booster pertama.
