21 Anggota DPR 2024-2029 Ternyata Suami-Istri hingga Orang Tua-Anak

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

Sejumlah anggota parlemen berkumpul bersama keluarga usai melaksanakan pelantikan anggota MPR/DPR/DPD RI periode 2024/2029 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah anggota parlemen berkumpul bersama keluarga usai melaksanakan pelantikan anggota MPR/DPR/DPD RI periode 2024/2029 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Anggota DPR periode 2024-2029 telah resmi dilantik, Selasa (1/10). Dari 580 caleg terpilih, 79 di antaranya disinyalir memiliki hubungan kekerabatan dengan pejabat atau terindikasi politik dinasti.

Data tersebut dikeluarkan oleh Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi). Menurut analisis Formappi, sejumlah anggota DPR itu lolos ke Senayan bukan karena kemampuan pribadi, melainkan nama keluarga.

"Jadi anggota [DPR] dinasti ini banyak yang mengandalkan latar belakang keluarganya ketimbang kapasitas personal," kata Lucius Karus peneliti Formappi saat dihubungi kumparan Sabtu, (04/10).

Menurut Lucius, hal inilah yang dinilai makin mempersulit regenerasi di partai politik.

"Kaderisasi parpol juga menjadi basa basi saja kalau yang akhirnya bukan siapa-siapa ternyata justru diprioritaskan dalam pencalonan," ungkapnya.

Dalam data yang digelontorkan Formapi, 79 anggota DPR menjalin hubungan kekerabatan dengan para pejabat tingkat kepala daerah hingga tingkat pusat. Mulai dari hubungan orang tua-anak, suami-istri, hingga hubungan ipar.

Berikut daftarnya:

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 79 data

Nomor
Daerah Pemilihan
Partai Politik
Nama Caleg Terpilih
Hubungan
1
ACEH I
PDIP
Jamaluddin Idham
Anak Jamin Idham Bupati Nagan Raya (2017-2022)
2
BALI
PDIP
I Nyoman Adi Wiryatama
Ayah Ni Putu Eka Wiryastuti Bupati Tabanan Periode 2010-2015 dan 2016-2021.
3
BANTEN I
Demokrat
Rizki Aulia Rahman Natakusumah
Anak Achmad Dimyati Natakusumah (Anggota DPR 2019-2024)
4
BANTEN II
Gerindra
Annisa M.A Mahesa
Anak Alm. Desmon J. Mahesa
5
BANTEN II
PDIP
Syarifah Ainun Jariyah
Anak Komjen. Pol. (Purn.) Drs. Raden Antam Novambar, S.H., M.Hum. Terakhir Menjabat Sebagai Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri.
6
BANTEN II
Golkar
TB. Haerul Jaman
Adik Tiri Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.
7
BENGKULU
Golkar
HJ. Derta Rohidin
Istri Rohidin Mersyah Gubernur Bengkulu Dua Periode 2018-2021 dan 2021-2024.
8
BENGKULU
PDIP
Eko Kurnia Ningsih
Istri Ir. H. Mian Bupati Bengkulu Utara (2016-2024)
9
DIY
Gerindra
Siti Hediati Soeharto
Anak Presiden Soeharto/Mantan Istri Prabowo Subianto
10
DKI II
Gerindra
Himmatul Aliyah
Istri Ahmad Muzani Petahana Dapil Lampung I Partai Gerindra

1 - 10 dari 79 baris

Dari tabel di atas, politisi dengan keterkaitan dinasti politik paling banyak berasal dari partai Golkar (28), PDIP (19), Gerindra (17), Nasdem (11), PAN (4), Demokrat (3), PKB (1), dan PKS (1).

Sementara berdasarkan daerah pemilihan, Jawa Barat berada di posisi pertama dengan jumlah 9 orang. Diikuti Sulsel, Sumut, dan Jateng yang masing-masing berjumlah 7 anggota legislatif.

Nah, berdasarkan penelusuran kumparan terhadap data tersebut, 21 anggota DPR di antaranya merupakan keluarga. Relasinya suami-istri anak-orang tua, serta sepupu.

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 21 data

Nomor
Nama Caleg Terpilih
Hubungan
Daerah Pemilihan
Partai Politik
1
Himmatul Alliyah
Istri Ahmad Muzani Petahana Dapil Lampung I Partai Gerindra
DKI II
Gerindra
2
Ahmad Muzani
Suami Himmatul Aliyah, Petahana Dapil DKI II
LAMPUNG I
Gerindra
3
Marlyn Maisarah
Istri Sugiono DPR Petahana Dapil Jateng I Partai Gerindra
JABAR V
Gerindra
4
Sugiono
Suami Marlyn Maisarah DPR Terpilih Dapil Jabar V Partai Gerindra
JATENG I
Gerindra
5
Mulan Jameela
Petahana, Istri Ahmad Dhani Caleg Terpilih Dapil Jatim 1 Partai Gerindra
JABAR XI
Gerindra
6
Ahmad Dhani
Suami Mulan Jameela DPR Petahana Dapil Jabar Xi Partai Gerindra
JATIM I
Gerindra
7
Fatmawati Rusdi
Istri Rusdi Masse Mappasessu DPR Terpilih Dapil Sulsel II Partai Nasdem
SULSEL I
Nasdem
8
Rusdi Masse Mappasessu
Suami Fatmawati Rusdi DPR Terpilih Dapil Sulsel 1 Partai Nasdem
SULSEL III
Nasdem
9
Kahar Muzakir
Ayah Kandung Dewi Yustisiana DPR Terpilih Partai Golkar Dapil II Sumsel II dan Agung Firman Sampurna Ketua BPK 2019-2023
SUMSEL II
Golkar
10
Dewi Yustisiana
Anak Ketua Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Golkar Kahar Muzakir. Adik Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat Wahyu Sanjaya dan Mantan Ketua BPK Agung Firman Sampurna.
SUMSEL II
Golkar

1 - 10 dari 21 baris

Hubungan kekerabatan di periode 2024-2029 didominasi oleh pasutri. Tercatat ada 5 pasangan yang bekerja satu kantor di gedung parlemen, seperti Ahmad Muzani-Himmatul Alliyah hingga Mulan Jameela-Ahmad Dhani.

Selain itu, ada 4 trah Sukarno yang duduk di kursi DPR periode 2024-2029. Salah satu yang paling dikenal masyarakat adalah Puan Maharani. Selanjutnya, dua cucu Sukarno lainnya adalah Romy Soekarno dan Putri Guntur Soekarno.

Romy Soekarno awalnya dinyatakan tak lolos ke Senayan. Kala itu, justru rekan separpolnya, yaitu Sri Rahayu yang lolos di dapil Jawa Timur VI. Namun, Sri Rahayu tiba-tiba mengundurkan diri digantikan Arteria Dahlan. Singkat cerita, Arteria Dahlan pun mundur dari kursinya, sehingga diputuskan Romy Soekarno yang dilantik jadi anggota DPR.

Tak hanya cucu, cicit Sukarno juga turut menjabat sebagai DPR. Dia adalah Pinka Haprani, putri Puan Maharani dan cucu Megawati Soekarnoputri.

Anggota Parlemen Muda Marak Terafiliasi Dinasti Politik

Pimpinan sementara DPR Guntur Sasono bersama anggota DPR termuda Annisa MA Mahesa memimpin rapat paripurna perdana di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2024). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Di tengah ratusan politisi senior di Senayan, ada wajah-wajah muda. Namun menurut Formapi, banyak di antara wajah muda di parlemen terafiliasi dinasti politik.

Maraknya anggota muda ternyata berpengaruh pada meningkatnya pejabat DPR yang terafiliasi dinasti politik. Data Formappi di 2019 menyebutkan 48 anggota DPR terpilih terpapar dinasti politik, sedangkan tahun 2024 meningkat jadi 79 orang.

"Banyak milenial yang terpilih justru berasal dari dinasti politik ini sesuatu yang membuat kebanggaan kita pada politisi milenial menjadi agak sinistik," pungkasnya.

embed from external kumparan