Kata Nusron soal Ramai Gus Miftah Bagi-bagi Duit: Bukan TKN, Apa Masalahnya?

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

Sekertaris TKN Prabowo-Gibran, Nusron Wahid, di Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (9/12/2023). Foto: Jonathan Devin/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sekertaris TKN Prabowo-Gibran, Nusron Wahid, di Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (9/12/2023). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Nama Gus Miftah tengah dibicarakan karena video bagi-bagi uang ramai di media sosial. Di belakang Gus Miftah terdapat warga yang menunjukkan kaus bergambar Prabowo-Gibran.

Terkait video itu, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid mengatakan tidak itu tak ada hubungan dengan TKN Prabowo-Gibran.

"Mengenai aktivitas Gus Miftah bagi-bagi duit, pertama itu haknya beliau pribadi dan aktivitas beliau pribadi," ujar Nusron saat dikonfirmasi, Jumat (29/12).

Menurutnya, Gus Miftah bukanlah anggota partai politik, bahkan bukan anggota TKN maupun TKD Prabowo-Gibran.

"Beliau bukan Caleg, beliau bukan anggota partai politik, beliau bukan pengurus partai politik, beliau bukan relawan, beliau bukan tim kampanye, dan beliau juga bukan anggota Tim Kampanye Nasional maupun Tim Kampanye Daerah Prabowo-Gibran," ucap Nusron.

Nusron menyebut Gus Miftah hanyalah seorang warga negara biasa dan bukan juga pegawai PNS maupun BUMN. Ia tidak terikat undang-undang pemilu.

"Jadi yang bersangkutan hanyalah warga negara biasa, sehingga tidak terikat dengan undang-undang Pemilu. Baik Pemilu Legislatif, maupun Pemilu Presiden," tuturnya.

"Yang bersangkutan juga bukan pegawai PNS, bukan pegawai BUMN, juga bukan pegawai BUMD," tambahnya.

Gus Miftah bersama cawapres 02 Gibran Rakabuming Raka saat debat perdana capres di KPU, Selasa (12/12/2023). Foto: Dok. Istimewa

Bagi Nusron, hal tersebut tak ada masalahnya. Hanya warga biasa yang memiliki rezeki lebih dan bersedekah kepada sesama.

"Terus apa pasal dan masalahnya? Ada orang bebas merdeka, warga negara, mempunyai rezeki yang banyak, bersedekah," terang Nusron.

"Yang masalah itu kalau ada orang yang punya rezeki banyak, pelit gak mau bersedekah. Justru ada tetangganya kesulitan, duitnya disimpan. Itu yang jadi masalah," sambungnya.

Bahkan, Nusron menyebut dirinya pun ingin bersedekah seperti Gus Miftah jika memiliki rezeki yang banyak.

"Saya saja kalau seandainya punya rezeki banyak kayak Gus Miftah, pingin rasanya bersedekah. Tentunya sedekahnya itu berbeda dengan caranya Gus Miftah bersedekah," ungkap Nusron.

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto bersama Gus Miftah. Foto: Dok. Istimewa

Ia pun turut berbahagia karena Gus Miftah mau bersedekah.

"Jadi saya ikut gembira, Gus Miftah itu sahabat saya, teman saya, mau bagi-bagi duit karena rezekinya lagi banyak. Muga-muga rezekinya akan ditambah oleh Allah SWT," pungkasnya.

Gus Miftah kerap bersama dengan Prabowo-Gibran. Beberapa kali, Gus Miftah mendampingi Gibran dalam kegiatan kampanye.

Bahkan, Gus Miftah hadir mendampingi Habib Luthfi bin Yahya saat menyapa relawan sebelum Prabowo-Gibran mendaftarkan diri ke KPU sebagai capres-cawapres.