Jokowi: Debat Capres Kemarin Substansi dan Visi Tak Kelihatan, Serang Personal

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

Jokowi menjawab pertanyaan wartawan di Pasar Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, pada Rabu, 27 Desember 2023. Foto: Dok. Biro Setpres
zoom-in-whitePerbesar
Jokowi menjawab pertanyaan wartawan di Pasar Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, pada Rabu, 27 Desember 2023. Foto: Dok. Biro Setpres

Debat capres kedua dengan tema keamanan, pertahanan, hubungan luar negeri hingga geopolitik menjadi sorotan publik.

Banyak pihak menyayangkan debat kemarin condong menyerang salah satu paslon dan tidak masuk dalam substansi tema. Dalam debat semalam, capres nomor urut 02 Prabowo Subianto memang 'diserang' oleh capres nomor urut 01 Anies Baswedan dan capres nomor urut 03 Ganjar Pranowo, khususnya soal pertahanan.

Menanggapi debat semalam, Presiden Jokowi mengatakan substansi dan visi dari masing-masing calon malah tidak kelihatan.

"Memang saya melihat substansi dari visinya malah tidak kelihatan. Yang kelihatan justru saling menyerang yang sebetulnya enggak apa-apa asal kebijakan, asal policy, asal visi enggak apa-apa," kata Jokowi di sela kunjungan kerja di Banten, Senin (8/1).

Jokowi menilai debat semalam kurang mengedukasi masyarakat untuk melihat visi misi dan program paslon terkait pertahanan, keamanan hingga geopolitik.

"Tapi kalau sudah menyerang personal, pribadi yang tidak ada hubungan dengan konteks debat tadi malam mengenai hubungan internasional, mengenai geopolitik, mengenai pertahanan dan lain-lainnya, saya kira kurang memberikan pendidikan, kurang mengedukasi masyarakat yang menonton," ungkapnya.

Jokowi yakin masyarakat kecewa dengan jalannya debat kemarin. Sehingga, ia mengusulkan agar debat diformat supaya ke depannya berjalan lebih baik.

"Debatnya memang perlu diformat lebih baik lagi, ada rambu-rambu sehingga hidup, saling menyerang enggak apa-apa tapi kebijakan, policy, visinya yang diserang," ujarnya.

"Bukan untuk saling menjatuhkan dengan motif-motif personal. Saya kira enggak baik dan enggak mengedukasi," pungkasnya.