22 Persen Rakyat Brasil Tolak Divaksin Corona

Sebuah lembaga survei di Brasil, Datafolha, menggelar jajak pendapat terhadap rencana vaksinasi corona yang dimulai pekan ini. Hasil survei menunjukkan sebanyak 22% rakyat Brasil menolak vaksinasi corona. Angka tersebut naik dari sebelumnya 9 persen saat survei digelar Agustus.
Dikutip dari Reuters pada Minggu (13/12), survei menunjukkan mayoritas dari 22% rakyat Brasil yang menolak divaksin menyatakan enggan menerima vaksin yang dibuat perusahaan asal China.
Survei pun menunjukkan jumlah responden yang menyatakan siap divaksin menurun dari 89% pada Agustus menjadi 73% pada Desember. Sedangkan responden yang mengaku tidak tahu apakah menerima vaksin atau tidak turun dari 5% pada Agustus menjadi 3% pada Desember.
Diduga, meningkatnya jumlah warga yang menolak vaksin lantaran pernyataan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro. Ia pernah menyatakan Brasil tak akan membeli vaksin corona yang tersedia, secara khusus terhadap vaksin yang dikembangkan Sinovac dan diproduksi bersama Institut Butantan milik pemerintah negara bagian Sao Paulo.
Vaksinasi di Brasil Jalan Terus
Meski angka rakyat yang menolak vaksin corona terus meningkat, namun pemerintah Brasil tetap melanjutkan rencana vaksinasi yang dimulai pekan ini. Brasil menargetkan sebanyak 51 juta penduduk atau seperempat populasi divaksin hingga Juni 2021.
Kementerian Kesehatan Brasil menyatakan untuk vaksinasi 51 juta penduduk, sebanyak 108 juta dosis disediakan. Vaksin tersebut diprioritaskan untuk tenaga medis, orang tua, dan masyarakat adat.
Diketahui Brasil menjadi negara kedua di dunia dengan angka kematian corona terbesar, di bawah Amerika Serikat. Tercatat lebih dari 180.000 pasien corona di Brasil meninggal dunia.
