22 Remaja Meninggal secara Misterius di Kelab Malam Afrika Selatan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas forensik mengevakuasi jenazah keluar dari pub kota di East London, Afrika Selatan pada Minggu (26/6/2022). Foto: STR/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Petugas forensik mengevakuasi jenazah keluar dari pub kota di East London, Afrika Selatan pada Minggu (26/6/2022). Foto: STR/AFP

Sebanyak 22 remaja meninggal secara misterius di sebuah kelab malam di pesisir kota East London, Afrika Selatan, pada Minggu (26/6/2022).

Tim forensik dari pihak kepolisian setempat telah dikerahkan untuk menyelidiki penyebab terjadinya peristiwa nahas ini.

“Para ahli belum bisa memastikan penyebab tragedi yang terjadi pada perayaan akhir tahun ajaran oleh para remaja itu. Warga setempat membunyikan alarm darurat pada pukul 04.00,” kata pihak berwenang, dikutip dari The Guardian.

Kelab malam yang bernama Enyobeni Tavern itu kini diberi segel kuning dan dikerumuni oleh para warga dan kerabat dari para korban. Kepala kepolisian setempat, Bheki Cele, mengatakan pihaknya menerima informasi dari warga bahwa adanya dugaan penyerbuan tertuju ke Enyobenyi Tavern. Namun setelah diselidiki, tidak ada tanda-tanda penyerbuan atau kekerasan yang ditemukan.

“Saya tidak ingin berspekulasi tentang penyebab kematian; itu sebabnya kami membawa tim forensik teratas sehingga jika penyebab kematiannya adalah racun, mereka akan memberi tahu kami,” ucap Cele. Ia menambahkan, tes toksikologi akan dilakukan terhadap para korban.

Polisi dan penyelidik mengenakan pakaian pelindung sebelum memasuki sebuah pub di East London, Afrika Selatan pada Minggu (26/6/2022). Foto: STR/AFP

Hingga berita ini diturunkan, belum dapat diketahui keadaan di Enyobenyi Tavern sebelum terjadinya tragedi itu. Namun dikabarkan kantor surat kabar regional, DispatchLive, wartawannya menyaksikan bagaimana mayat-mayat di Enyobenyi Tavern berbaring dalam posisi yang aneh. Seolah-olah mereka tiba-tiba jatuh ke lantai saat menari atau di tengah-tengah obrolan.

Berdasarkan gambar yang beredar di media sosial, beberapa mayat terlihat merosot di kursi dan berbaring di atas meja. Tidak terlihat adanya luka di badan mayat-mayat yang tergeletak di kelab itu. Hanya hasil otopsi yang diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih jelas tentang apa yang terjadi di Enyebenyi Tavern.

Seorang penduduk lokal yang tinggal di dekat kelab malam itu mengatakan, Enyebenyi Tavern merupakan sebuah tempat nongkrong yang populer di kalangan remaja setempat. Namun, pihak komunitas di daerah itu sudah lama ingin menutup kelab malam tersebut.

“Semua orang ingin ditutup karena mereka menjual alkohol kepada anak-anak di bawah umur. Semua orang marah, semua orang sedih atas apa yang terjadi,” tutur warga setempat, Lolly (17).

Polisi terlihat di luar sebuah pub kota di East London, Afrika Selatan pada Minggu (26/6/2022). Foto: STR/AFP

Sementara itu, Cele mengatakan pihaknya telah diinformasikan bahwa kelab malam itu dikenal sebagai tempat minum alkohol yang ramai dikunjungi para remaja di bawah umur. Cele pun mengimbau kepada para orang tua setempat bahwa mereka harus bertanggung jawab atas anak-anak mereka.

“Kami perlu memeriksa apakah mereka mematuhi undang-undang tetapi itu tugas kami sebagai polisi untuk memastikan (kelab malam mematuhi undang-undang). Imbauan penting kepada para orang tua untuk melihat bahwa anak-anak mereka dijaga dengan baik. Kami tidak dapat membiarkan anak-anak kami mati,” ucap Cele.

Diberitakan The Guardian, ada banyak tempat serupa di daerah perkotaan dan pedesaan di Afrika Selatan. Tempat-tempat penjual minuman beralkohol ini sering kali melanggar undang-undang perizinan.

Sejumlah warga dan kerabat menunggu kabar di luar pub kota East London, Afrika Selatan pada Minggu (26/6/2022). Foto: STR/AFP

Aparat kepolisian dan otoritas setempat yang kewalahan pun sering menutup mata terhadap pelanggaran hukum semacam itu. Sering kali, mereka memilih untuk diam setelah diberikan imbalan suap.

Mengenai hal ini, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban.

Ia juga menyuarakan kekhawatirannya terhadap penduduk berusia di bawah 18 tahun yang diizinkan untuk mengunjungi tempat penjual minuman beralkohol. Ramaphosa menegaskan, setelah penyelidikan selesai dan penyebab pasti di balik tragedi itu ditemukan, pelaku akan diminta pertanggung jawaban.