23 Pelaku Kekerasan Terhadap Umat Muslim di Sri Lanka Ditangkap

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah tentara Sri Lanka saat melakukan patroli di jalan Hettipola. Foto: Reuters/Dinuka Liyanawatte
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah tentara Sri Lanka saat melakukan patroli di jalan Hettipola. Foto: Reuters/Dinuka Liyanawatte

Kepolisian Sri Lanka pada Selasa (14/5) menangkap 23 orang yang terkait serangan terhadap umat Muslim.

Sepekan belakangan, aksi kekerasan terhadap warga Muslim di Sri Lanka meningkat. Insiden tersebut diduga sebagai aksi balasan terhadap serangan teroris bom Paskah yang menewaskan lebih 250 orang.

Setelah bom pada 21 April lalu, massa di barat laut Sri Lanka bertindak anarkis terhadap umat Muslim. Mereka menyerang dan membakar masjid serta toko milik warga Muslim.

Sejumlah tentara Sri Lanka berpatroli di jalan Hettipola. Foto: Reuters/Dinuka Liyanawatte

Kejadian tersebut menyebabkan seorang warga Muslim di Sri Lanka kehilangan nyawa.

Meningkatnya aksi kekerasan direspons oleh kepolisian Sri Lanka. Mereka menahan 23 orang yang diduga pelaku serta penyebar hasutan kebencian.

"Situasi sekarang sudah terkendali dan tidak ada lagi insiden," sambung dia.

Saat ini, pemerintah Sri Lanka masih memberlakukan jam malam yang dimulai dari pukul 9 malam sampai 4 pagi.

Warga Muslim mencakup 10 persen dari 22 juta warga Sri Lanka yang mayoritas Buddha Sinhala. Kebanyakan warga Muslim ada di wilayah timur.