23 WNA China dan Taiwan Tanpa Dokumen di Solo Diamankan Imigrasi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kantor Imigrasi Surakarta mengamankan 23 WNA China dan Taiwan tanpa dokumen di indekos. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kantor Imigrasi Surakarta mengamankan 23 WNA China dan Taiwan tanpa dokumen di indekos. Foto: Dok. Istimewa

Kantor Imigrasi Surakarta (Solo), Jawa Tengah, mengamankan 23 warga negara asing (WNA) tanpa disertai dokumen keimigrasian di indekos Desa Paulan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (24/5). WNA tersebut terdiri dari 22 orang dari China dan satu orang Taiwan.

Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, Wisnu Daru Fajar, mengatakan 23 WNA tersebut semuanya laki-laki. Pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan dari masyarakat.

"Kita amankan 23 WNA karena tidak dibekali dengan dokumen sama sekali. Kewajiban WNA untuk tunjukkan dokumen ketika ke Indonesia karena terkait kedaulatan negara," kata Wisnu dalam konferensi pers di Kantor Imigrasi Surakarta, Kamis (25/5).

Kantor Imigrasi Surakarta mengamankan 23 WNA China dan Taiwan tanpa dokumen di indekos. Foto: Dok. Istimewa

Dia mengatakan, 23 WNA ini diduga melanggar UU Keimigrasian. Penindakan ini dilakukan sebelum mereka melakukan pelanggaran hukum lainnya.

"Tugas kami menjaga kedaulatan negara. Indonesia juga terbuka bagi WNA dengan syarat harus memenuhi syarat dokumen Keimigrasian," katanya.

Saat diamankan, para WNA sedang beraktivitas seperti orang pada umumnya di indekos. Informasi sementara, mereka datang ke Indonesia naik pesawat pada bulan Maret 2023.

"Sebanyak 23 WNA ini belum diketahui nama dan tujuannya apa ke Indonesia karena tidak ada dokumen sama sekali. Sekarang mereka masih kita periksa di Kantor Imigrasi Surakarta," ucap Wisnu.

Imigrasi saat ini tengah berkoordinasi dengan Kedubes China dan perwakilan Taiwan. "Yang jelas mereka tanpa dokumen. Koordinasi dengan Dubes, mereka ini siapa. Deportasi akan kita lakukan dilakukan pastinya," kata Wisnu.