233 Gempa Susulan Guncang Sulut-Malut: Puluhan Bangunan Rusak, Warga Mengungsi

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang warga memeriksa kondisi rumahnya yang rusak pascagempa di Kelurahan Mayau, Kecamatan Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, Jumat (3/4/2026). Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Seorang warga memeriksa kondisi rumahnya yang rusak pascagempa di Kelurahan Mayau, Kecamatan Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, Jumat (3/4/2026). Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTO

BNPB menyampaikan data terbaru gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang Kota Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (2/4). Gempa berpusat di laut dengan kedalaman 33 km.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 233 gempa susulan, dengan magnitudo terbesar 5,8 magnitudo.

Getaran dirasakan di sejumlah wilayah, mulai dari Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa (Sulawesi Utara) hingga wilayah Maluku Utara, seperti Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, serta Kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Halmahera Utara, dan Halmahera Selatan.

"Dampak gempa menyebabkan satu orang meninggal dunia di Kota Manado dan satu orang mengalami luka ringan di Kabupaten Minahasa," kata Muhari, Jumat (3/4).

kumparan post embed

Warga di beberapa provinsi salah satunya Maluku Utara harus mengungsi imbas gempa. Berikut datanya:

  • 134 kepala keluarga terdampak di Kota Ternate

  • 7 KK di Halmahera Tengah

  • 5 KK di Halmahera Barat

  • 2 KK di Halmahera Selatan

"Selain itu, sebanyak 355 jiwa mengungsi di Kota Tidore Kepulauan," kata Muhari.

Seorang warga berdiri di depan rumahnya yang rusak pascagempa di Kelurahan Mayau, Kecamatan Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, Jumat (3/4/2026). Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTO
Prajurit TNI Tangani Dampak Gempa M 7,6 di Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026). Foto: Dok. Puspen TNI

Kerusakan Infrastruktur

Hasil kaji cepat menunjukkan kerusakan di berbagai wilayah.

Sulawesi Utara

  • Kota Manado: 1 hotel, 5 kantor, dan 1 fasilitas umum (Gedung KONI) terdampak

  • Kabupaten Minahasa: 17 rumah, 1 kantor pemerintahan, 2 fasilitas ibadah, dan 1 akses jalan terdampak

Maluku Utara

  • Kota Ternate: 32 rumah rusak berat, 36 rusak sedang, 66 rusak ringan, serta 6 fasilitas ibadah terdampak

  • Kota Tidore Kepulauan: 25 rumah rusak ringan, 5 fasilitas ibadah, dan 1 fasilitas umum terdampak

  • Halmahera Selatan: 2 rumah rusak sedang, 1 fasilitas pendidikan, dan 1 jembatan terdampak

  • Halmahera Tengah: 2 rumah rusak berat dan 5 rumah rusak sedang

  • Halmahera Barat: 5 rumah rusak ringan

"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat saat ini masih melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak," kata Muhari.

Kapusdatin BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan perkembangan penanganan bencana Sumatera dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (6/1/2026). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Imbauan BNPB

Menanggapi rangkaian bencana yang terjadi, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya terhadap bencana hidrometeorologi basah.

Warga yang tinggal di bantaran sungai diminta rutin memantau tinggi muka air dan memperbarui informasi cuaca dari sumber resmi.

Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diminta segera melakukan evakuasi mandiri serta mengetahui jalur evakuasi yang aman.