24 Hari Berjuang di RS, Farzah Jadi Korban Meninggal Ke-135 Tragedi Kanjuruhan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penonton membawa rekannya yang pingsan akibat sesak nafas terkena gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan saat kericuhan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10). Foto: Ari Bowo Sucipto/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Penonton membawa rekannya yang pingsan akibat sesak nafas terkena gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan saat kericuhan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10). Foto: Ari Bowo Sucipto/ANTARA FOTO

Korban meninggal akibat tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang kembali bertambah. Seorang suporter Arema FC, Aremania, Farzah Dwi Kurniawan, meninggal dunia.

Ia meninggal setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama 24 hari sejak awal tragedi. Sehingga, total korban tragedi Kanjuruhan saat ini sebanyak 135 korban jiwa.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif membenarkan kabar duka tersebut. Dia mengatakan, Farzah meninggal pada Minggu (23/10) malam.

"Benar atas nama pasien F," ujar Husnul saat dikonfirmasi, Senin (24/10).

Saat ditanya soal penyebab kematian, Husnul belum mendapatkan informasi terkait itu. Dia hanya mengetahui Farzah sempat dirawat intensif di RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang.

"Untuk penyebab saya belum dapat informasi," ucap dia.