25% Sasaran Vaksin RI Sudah Disuntik Lengkap Dua Dosis, Bagaimana Datanya?

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas medis menunjukkan vaksin Moderna saat vaksinasi dosis ketiga untuk tenaga kesehatan di Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur.  Foto: Umarul Faruq/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas medis menunjukkan vaksin Moderna saat vaksinasi dosis ketiga untuk tenaga kesehatan di Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur. Foto: Umarul Faruq/ANTARA FOTO

Vaksinasi corona di Indonesia masih terus digencarkan. Hampir sembilan bulan pelaksanaannya, 25 persen lebih masyarakat sasaran vaksinasi telah mendapatkan suntikan vaksin penuh alias dua dosis.

Dikutip dari laman vaksin.kemkes.go.id, per Senin (4/10) pukul 09.00 WIB, 52.683.950 orang telah mendapatkan suntikan dua dosis vaksin corona. Sementara sasaran penerima vaksin di Indonesia berjumlah 208.265.720 orang.

Jika dipersentase, sudah 25,30 persen total penerima vaksin dosis kedua. Itu artinya, seperempat orang telah menerima dosis vaksin lengkap.

Petugas menyiapkan vaksin Moderna saat pelaksanaan vaksinasi untuk masyarkat umum di RSUP Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, Sumatera Selatan. Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO

Bagaimana detail penerima vaksin corona dosis kedua? Berikut rinciannya:

1. SDM Kesehatan

Total sasaran: 1.468.764

Divaksinasi dosis kedua: 1.841.266

Persentase: 125,36%

2. Petugas Publik

Total sasaran: 17.327.167

Divaksinasi dosis kedua: 19.599.105

Persentase: 113,11%

3. Lansia

Total sasaran: 21.553.118

Divaksinasi dosis kedua: 4.436.984

Persentase: 20,59%

4. Masyarakat Umum

Total sasaran: 142.211.181

Divaksinasi dosis kedua: 23.286.006

Persentase: 17,09%

5. Remaja

Total sasaran: 26.705.490

Divaksinasi dosis kedua: 2.677.810

Persentase: 10,03%

Apabila dilihat secara persentase, DKI Jakarta menduduki posisi pertama sebagai provinsi terbanyak pemberian dua dosis, yakni 95,29 persen.

Diikuti provinsi lain dengan penyuntikan dosis penuh di atas 50 persen, yaitu Bali 79,04 persen, Kepulauan Riau 58,94 persen, dan DIY 49,82 persen.

Sementara provinsi yang paling rendah penyuntikan vaksinasi dua dosis adalah Sumatera Barat 11,67 persen, Maluku Utara 12,31 persen, dan Aceh 12,84 persen.

Vaksin Dosis Pertama Semakin Dekati 100 Juta Orang

Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin corona AstraZeneca tahap pertama di Sentra Vaksinasi Central Park dan Neo Soho Mall, Jakarta Barat, Sabtu (8/5/2021). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO

Sementara itu, penerima vaksin corona dosis pertama juga semakin bertambah. Kini, sudah ada 93.910.865 orang atau 45,09 persen yang sudah divaksin dosis pertama.

Untuk tingkat provinsi, provinsi teratas masih didominasi oleh DKI Jakarta (127,73 persen), Bali (98,08 persen), Kepulauan Riau (85,87 persen), dan DIY (83,59 persen).

Dan untuk provinsi terendah vaksinasi dosis pertama adalah Lampung (22,77 persen), Papua (22,81 persen), dan Sumatera Barat (23,14 persen).

Data menunjukkan ketimpangan jumlah penerima vaksin. Di saat Jakarta sudah mencapai 127 persen lebih, Provinsi Lampung hanya mencatatkan kurang dari seperempat capaian Jakarta.

Total Vaksin Corona di Indonesia

Sedangkan Indonesia hingga Minggu (3/10) sudah menerima 276.960.670 dosis vaksin corona. Terakhir, pada kedatangan vaksin tahap ke-84 kemarin, Indonesia kedatangan 800.280 dosis vaksin Pfizer dari pemerintah Amerika Serikat melalui COVAX Facility.

Petugas mengangkat kotak berisi vaksin Pfizer sesaat setelah tiba di Bandara Supadio di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (2/10/2021). Foto: Jessica Helena Wuysang/ANTARA FOTO

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo, Usman Kansong, menegaskan meski Indonesia termasuk 10 besar negara dengan jumlah vaksinasi tertinggi di dunia, pemberian vaksin ini tidak boleh longgar.

"Karena vaksin bukan satu-satunya tameng untuk melindungi dari COVID-19," kata Usman.

Selain itu, ia mendorong para lansia sebagai kelompok rentan yang belum mendapatkan vaksinasi untuk segera melakukannya. Sebab, baru 30 persen lansia yang disuntik vaksin corona.

"Ayo segera divaksinasi, terutama bagi lansia. Jangan lupa bagi seluruh masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan," ujarnya.