25 Ton Sampah Dibuang Sembarangan Setiap Hari ke Sungai di Kota Denpasar

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas mengangkut sampah yang dibuang sembarangan ke sungai di Kota Denpasar, Rabu (12/8/2025). Foto: Dinas PUPR Kota Denpasar
zoom-in-whitePerbesar
Petugas mengangkut sampah yang dibuang sembarangan ke sungai di Kota Denpasar, Rabu (12/8/2025). Foto: Dinas PUPR Kota Denpasar

Dinas PUPR mencatat ada sekitar 25 ton sampah setiap hari dibuang ke sembilan sungai di Kota Denpasar, Bali. Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Denpasar, Gandhi Dananjaya berharap warga tak membuang sampah sembarangan untuk mencegah banjir.

"Kami rata-rata angkut sekitar 25 ton sampah setiap hari dari 9 sungai," katanya saat dihubungi, Rabu (13/8).

Gandhi yakin sampah-sampah itu dibuang sembarangan oleh masyarakat kemasannya dibungkus plastik merah atau hitam berukuran besar. Bungkus sampah itu juga diikat rapi.

Jenis sampah yang diangkut sebanyak 50 persen sampah organik seperti sisa makanan, daun, ranting dan lain sebagainya. Sebanyak 40 persen sampah anorganik seperti botol plastik, bungkusan makanan atau minuman berbentuk sachet, dan lainnya. Sebanyak 10 persen merupakan sampah residu seperti pembalut, popok bayi, dan tisu.

"(Sampah dibuang masyarakat) karena terbukti sampah-sampah yang kita dapatkan itu adalah sampah yang sudah terbungkus lagi dengan tas kresek besar," sambungnya.

Petugas mengangkut sampah yang dibuang sembarangan ke sungai di Kota Denpasar, Rabu (12/8/2025). Foto: Dinas PUPR Kota Denpasar

Gandhi mengaku volume sampah di sungai meningkat setelah Gubernur Bali Wayan Koster menutup Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung. Jumlah sampah diangkut rata-rata lebih dari 26 ton setiap hari. Sampah-sampah dari sungai sampai saat ini memang masih dibuang ke TPA Suwung.

"Dari dulu sudah gampang, diambil sama swakelola sampahnya. Sekarang karena ada kondisi sehingga mereka stres tidak bisa membuang sampah, saya yakin mereka pasti membuang sampahnya itu ke sungai," katanya.

Gandhi mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak desa dan Satpol PP mengantisipasi pembuangan sampah semakin marak di tengah penutupan TPA Suwung. Menurutnya, pihak desa atau kelurahan memberikan hukuman tipiring kepada warga kepergok buang sampah.

Sedangkan, Satpol PP katanya, meningkatkan patroli mengawasi sekitar sungai agar warga tak membuang sampah ke sungai.

Sembilan sungai yang menjadi lokasi pembuangan sampah sembarangan adalah Sungai Badung yang hilirnya bermuara ke waduk Muara, Sungai Ayung bermuara ke Pantai Padanggalak, Sungai Loloan ke Pantai Sanur, Sungai Mati ke Pantai Kuta, Sungai Ngenjung ke Pantai Sidakarya.

Sungai Punggawa, Pekaseh dan Sungai Rangda ke Pantai Suwung, serta Sungai Pemongan hilirnya bermuara ke Pantai Pemogan.

Gubernur Bali Wayan Koster sebelumnya mengaku ada warga yang membuang sampah ke sungai karena penutupan TPA Suwung. Koster memaklumi perilaku ini karena warga membutuhkan waktu untuk beradaptasi mengelola sampah berbasis sumber secara mandiri.

Petugas mengangkut sampah yang dibuang sembarangan ke sungai di Kota Denpasar, Rabu (12/8/2025). Foto: Dinas PUPR Kota Denpasar

Koster mengaku sudah menyiapkan sejumlah strategi penanganan sampah buntut penutupan TPA Suwung, yakni Pemkot Denpasar dan Kabupaten Badung akan membangun sejumlah teba modern, TSPT dan TPS3R. Kedua pemerintah Kabupaten/kota sedang menyusun anggaran membangun teba modern-TPS3-3R.

Koster juga sedang menunggu keputusan pemerintah pusat untuk membangun tempat pengelolaan sampah berbasis teknologi insinerator di Bali. Kapasitas pengelolaan sampah dengan mesin insinerator ini sekitar 1.000 ton per hari.

Petugas membersihkan sampah di sungai karena dibuang warga. Foto: PUPR Kota Denpasar

Pembangunan lahan pengelolaan sampah berbasis insinerator ini rencananya akan rampung tahun 2027, dengan nilai proyek investasi sekitar Rp 2 triliunan. Koster belum mengungkapkan lokasi lahan proyek insinerator.

"Banyak juga saya dapat laporan dari Pak Bupati Badung (Adi Arnawa) masyarakat banyak yang merespons positif TPA suwung ditutup, dia (masyarakat) melakukan dengan caranya sendiri, tapi ada juga yang belum siap rupanya buangnya ke sungai, ada juga," kata Koster di Kantor Gubernur Bali, Selasa (12/8).