28 Orang di Yogya Digigit dan Dicakar Hewan Peliharaan, Tak Ada Rabies

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Suyana. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Suyana. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Suyana mengatakan ada 28 orang yang melapor digigit dan dicakar hewan peliharaannya selama Januari hingga Juli. Dia memastikan tak ada hewan yang rabies.

"Terkait dengan isu gigitan hewan. Dari Januari di Kota Yogya terjadi kasus 28 gigitan. Manusianya dilaporkan ke Dinkes, hewannya di Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta," kata Suyana di Balai Kota Yogyakarta, Senin (28/8).

"Tidak semuanya bentuknya gigitan (28 kasus ini) termasuk dicakar. Yang banyak dicakar itu," katanya.

Hewan peliharaan yang menggigit itu anjing dan kucing. Dari hewan-hewan itu dipastikan tidak ada yang terpapar rabies.

"Rata-ratanya anjing atau kucing itu kaget lalu menggigit atau mencakar. Banyak yang mencakar. (Masih) zero rabies," katanya.

Dia mengatakan ada hewan yang menggigit tuannya kemudian beberapa hari mati. Namun, setelah diautopsi dipastikan tidak terkena rabies.

"Kita autopsi kita kerja sama dengan Balai Besar Veteriner di Wates. Memang negatif (rabies). Itu otaknya dicari ahlinya mereka, tapi negatif semua," katanya.

Dijelaskan sejak 1997 silam Yogyakarta telah bebas dari rabies. Agar tak ada penularan rabies di Yogya maka disiapkan 2 ribu vaksin rabies gratis pada September mendatang.

Vaksinasi gratis ini untuk hewan yang berdomisili di Yogyakarta.

"September nanti akan ada 2 ribu vaksin yang kita siapkan. Di luar itu nanti berbayar," katanya.