3 Bulan Jelang Olimpiade, Jepang Akan Perpanjang Darurat Corona di Tokyo

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bendera Jepang dikibarkan di sebelah bendera Olimpiade saat upacara untuk Olimpiade Musim Panas Tokyo 2020 di Athena, Kamis (19/3). Foto: Aris Messinis/Pool via AP
zoom-in-whitePerbesar
Bendera Jepang dikibarkan di sebelah bendera Olimpiade saat upacara untuk Olimpiade Musim Panas Tokyo 2020 di Athena, Kamis (19/3). Foto: Aris Messinis/Pool via AP

Pemerintah Jepang mempertimbangkan memperpanjang situasi darurat corona yang akan berakhir pada 11 Mei 2021 mendatang.

Situasi darurat diberlakukan akibat melonjaknya kasus infeksi COVID-19. Tidak cuma di Tokyo, status itu berlaku di Osaka, Kyoto dan Hyogo.

Status darurat berlaku semenjak 25 April 2021. Dengan adanya kebijakan itu maka sejumlah kegiatan yang memicu penyebaran infeksi virus corona dibatasi.

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga berbicara kepada media saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (21/10). Foto: Dita Alangkara/Pool via REUTERS

Pada Rabu (5/5/2021), PM Jepang Yoshihinde Suga berencana bertemu Menteri Ekonomi, Menteri Kesehatan dan beberapa pemangku kepentingan lain di kabinet demi menentukan apakah perpanjangan masa darurat dilakukan atau tidak.

Jika perpanjangan jadi berlaku, maka kebijakan ini datang tiga bulan sebelum Olimpiade Musim Panas di Tokyo dimulai. Keberlangsungan pesta olahraga itu pun kini masih jadi pertanyaan besar.

Sejak April lalu, kasus infeksi virus corona di Jepang mengalami lonjakan. Tiap hari tercatat muncul 4000 sampai 5000an kasus baru.

Mayoritas kasus muncul di ibu kota Tokyo dan sekitarnya. Saat ini total kasus infeksi virus corona di Jepang mencapai 607.626. Sebanyak 10.420 di antaranya meninggal dunia.