3 Bulan Usai Kapal Tunu Karam, Uang Rp 1,4 Juta Milik Korban Ditemukan Utuh

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi uang rupiah. Foto: Maciej Matlak/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi uang rupiah. Foto: Maciej Matlak/Shutterstock

Jenazah Mukhamad Syakur (37), pria penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya, ditemukan oleh nelayan di pesisir Pantai Lingkungan Penginuman, Jembrana, Bali, pada Senin (6/10).

Jasadnya ditemukan setelah 3 bulan sejak kapal itu tenggelam di Selat Bali, pada Rabu, 2 Juli 2025.

KMP Tunu Pratama Jaya yang karam di Selat Bali, Juli 2025 Foto: Instagram/@djplkemenhub151

Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati mengatakan, kondisi jenazah korban sudah mulai membusuk saat ditemukan mengambang oleh nelayan. Mukhamad ditemukan dengan jaket hitam, baju hijau, dan celana training serta memakai tas pinggang hitam.

Dalam tas pinggang itu, polisi mengamankan uang tunai sebesar Rp 1.410.000, sebuah ponsel, 2 kartu ATM, kunci dan STNK sepeda motor, KTP serta SIM.

"(Kondisi uang milik korban) masih utuh, tapi basah di dalam tas pinggang korban," kata Citra saat dihubungi, Rabu (8/10).

Penyerahan jenazah korban KMP Tunu Pratama Jaya kepada keluarganya, 8 Oktober 2025. Foto: Dok. Polres Jembrana

Pihak kepolisian memastikan korban yang ditemukan adalah Mukhamad Syakur setelah diidentifikasi di rumah sakit. Yakni, dengan pemeriksaan sidik jari dan pencocokan data antemortem serta postmortem menunjukkan kecocokan penuh dengan identitas korban.

"Kondisi (mayat) dalam proses pembusukan, belum hancur, masih ada bagian utuh sehingga masih bisa dilakukan pemeriksaan primer," jelas Citra.

Polisi telah menyerahkan jenazah dan seluruh barang pribadi milik korban kepada pihak keluarga pada Selasa (7/10) sore.

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah yang diduga korban KMP Tunu Pratama Jaya pada Rabu (9/7/2025) dan Kamis (10/7/2025). Foto: Dok. Basarnas Surabaya

Tenggelam 2 Juli 2025 di Selat Bali

Sebelumnya diberitakan, tercatat ada 65 orang penumpang, 12 orang kru kapal, dan 22 unit kendaraan dalam manifes dalam KMP Tunu Pratama Jaya. Data manifes ini sebenarnya masih simpang siur.

Pada saat Basarnas menghentikan operasi pencarian korban pada Senin, 22 Juli, dari 65 itu, total 49 korban ditemukan. Sebanyak 30 orang selamat, sementara 19 korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan 16 orang hilang.

Dengan ditemukannya Mukhamad Syakur, berarti saat ini masih ada 15 korban hilang dalam insiden ini.

instagram embed