3 Hal yang Belum Jelas dari Penangkapan Andi Arief Terkait Narkoba

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Andi Arief usai di tangkap. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Andi Arief usai di tangkap. Foto: Dok. Istimewa

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief kembali berurusan dengan polisi. Kali ini bukan terkait pelaporan cuitannya di Twitter, melainkan karena penyalahgunaan narkoba jenis sabu.

Andi ditangkap pada Minggu (3/3) pukul 20.50 WIB di kamar nomor 1214 Hotel Peninsula, Jakarta Barat. Saat digeledah hingga Senin (4/3) dini hari, polisi akhirnya menemukan alat bukti berupa alat isap sabu. Kloset kamar Andi Arief sempat dibongkar, karena ia diduga membuang semua alat bukti sebelum polisi datang.

"Kami sudah melakukan tes urine, dan positif mengandung metafetamin atau jenis sabu," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol M Iqbal saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (4/3).

Kadiv Humas Polri, M. Iqbal memberikan keterangan saat konpers terkait penangkapan Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief di Divhumas Polri, Jakarta, Senin (4/3). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Saat ini, Andi Arief masih menjalani pemeriksaan intensif di Direktorat Narkoba Bareskrim Polri di Cawang, Jakarta Timur. Polisi membutuhkan keterangan mendalam terhadap mantan staf khusus Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Meski demikian, publik masih dibuat penasaran dengan kronologi penangkapan Andi Arief. Ada beberapa hal yang hingga kini masih belum terjawab.

  1. Sosok perempuan yang ditangkap bersama Andi Arief

Kondisi kamar hotel yang digunakan Andi Arief. Foto: Dok. Istimewa

Wakil Direktur Resnarkoba Polri, Kombes Krisno Siregar, mengatakan, Andi Arief ditangkap bersama seorang perempuan. kumparan sebelumnya juga mengonfirmasi hal ini ke Kabareskrim Komjen Idham Azis. Saat dikonfirmasi dengan mengirimkan laporan soal penangkapan itu via WhatsApp, Idham membenarkan.

Namun, Kadiv Humas Polri, M. Iqbal, menepis kabar tersebut. Dia juga mengklarifikasi informasi yang beredar di aplikasi pesan WhatsApp, termasuk foto perempuan yang menyebar dan diisukan ditangkap bersama Andi Arief.

"Cuma satu diamankan. Enggak ada perempuan. Tadi saya sudah dahului jangan percaya pada laporan yang berseliweran," beber Iqbal dalam keterangan pers di Mabes Polri, Senin (4/3).

  1. Kemunculan foto kondom

Barang bukti yang ditemukan di kamar hotel yang digunakan Andi Arief. Foto: Dok. Istimewa

Sebuah foto yang memperlihatkan barang bukti penangkapan Andi Arief beredar di WhatsApp. Ada sejumlah barang, mulai dari alat isap sabu, uang, hingga alat kontrasepsi (kondom).

Soal foto-foto itu, termasuk kondom, Iqbal menegaskan polisi belum dapat memastikan kebenarannya. Namun, Iqbal enggan membenarkan atau membantah kabar tersebut.

“Beberapa seperangkat alat memang ada. Seperti alat menggunakan alat narkotika,” kata Iqbal.

“Sekali lagi, narasi yang (ada di) grup WA (WhatsApp), belum tentu benar,” tuturnya.

  1. Menunggu 3x24 jam untuk menentukan status Andi Arief

Andi Arief usai di tangkap. Foto: Dok. Istimewa

Andi Arief saat ini masih menjalani pemeriksaan. Iqbal mengatakan, pihaknya membutuhkan waktu dalam kurun 3x24 jam untuk mendalami kasus ini.

Menurut Iqbal, berdasarkan mekanisme penyelidikan, status hukum Andi Arief akan ditentukan setelah dua hari ke depan pada Rabu (6/3).

“Sedang dalam pemeriksaan, kita ada mekanisme, ada lab spesialis di dalam proses penegakan hukum,” kata Iqbal.

Barang bukti yang ditemukan di kamar hotel yang digunakan Andi Arief. Foto: Dok. Istimewa

Waktu ini tergolong lama. Padahal, tes urine Andi Arief sudah menunjukkan bahwa ia positif mengonsumsi sabu.

Sebab, dalam kasus-kasus sebelumnya, polisi hanya membutuhkan waktu 1x24 jam untuk menentukan status terperiksa. Misal, penangkapan artis seperti Tora Sudiro, Iwa K, atau Marcello Tahitoe, dan penangkapan narkoba ke Richard Muljadi.

video youtube embed

Iqbal berkukuh penangkapan ini tak terkait dengan tahun politik. Dia menegaskan, polisi mendapatkan kabar ini dari laporan masyarakat.

"Sama sekali tidak ada jebakan, spontan,” ujar Iqbal.