3 Hari Hilang Usai Pergi dengan Pria, Siswi Asal Jaktim Ditemukan di Cikarang

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi orang hilang. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi orang hilang. Foto: Shutter Stock

Siswi SMA berinisial F yang sempat dilaporkan hilang selama tiga hari usai pergi bersama pria yang dikenalnya melalui aplikasi kencan pada Sabtu (29/8), ditemukan di sekitar Stasiun Cikarang, Kabupaten Bekasi, Senin (31/8).

Kanit Reskrim Polsek Matraman Iptu Ferdian mengatakan, F ditemukan pada Senin malam. Setelah itu, F dibawa ke Polsek Matraman dan dimintai keterangan mengenai keberadaan dan kondisinya selama tidak pulang ke rumah.

"Ditanya juga jawab lancar. Ya normal sih kalau menurut saya," kata Ferdian saat dihubungi kumparan, Kamis (3/9).

Ferdian mengatakan, kondisi F saat ditemukan secara kasat mata tampak normal. Polisi juga menilai F dapat berkomunikasi dengan baik ketika dimintai keterangan.

Saat dimintai keterangan, F mengaku tidak menginap di rumah pria yang sebelumnya pergi bersamanya. Selama beberapa hari tidak pulang, F disebut lebih banyak begadang.

"Saya kan gitu tanya, 'Emang kamu nginep di mana?' 'Enggak, saya enggak nginep,' katanya gitu kan. Nggak dia, kan gitu. Begadang, berapa hari gitu. Intinya kalau kasat mata sih baik-baik aja, diajak ngobrol juga masih nyambung lah, gitu," jelas Ferdian.

Sebelumnya, F dilaporkan hilang setelah pergi bersama seorang pria yang dikenalnya melalui aplikasi kencan pada Sabtu (29/8).

Pria yang diketahui berasal dari Bogor Jawa Barat itu sempat datang ke rumah F. Keduanya kemudian meminta izin kepada keluarga untuk pergi.

Awalnya, mereka disebut berencana pergi ke Pademangan, Jakarta Utara. Setelah itu, F juga menyampaikan akan pergi ke kawasan Lapangan Banteng untuk menonton konser. Keluarga bahkan meminjamkan sepeda motor kepada F untuk bepergian.

Ferdian menegaskan, berdasarkan keterangan awal yang diperoleh polisi, F pergi setelah berpamitan kepada keluarga. Karena itu, laporan awal yang dibuat keluarga adalah laporan orang hilang, bukan dugaan penculikan.

"Jadi izinlah intinya mereka pergi itu. Karena si laki-laki ini datang ke rumahnya si perempuan, kan gitu," ujar dia.

Setelah F tak kunjung pulang dan tidak dapat dihubungi, keluarga melaporkan F sebagai orang hilang ke Polsek Matraman pada Minggu (30/8). Polisi kemudian melakukan pencarian dengan melacak nomor telepon dan memeriksa rekaman CCTV untuk mengetahui rute perjalanan mereka.

Usai ditemukan, keluarga disebut sempat berencana membawa F untuk menjalani visum. Namun, hingga Kamis, polisi belum menerima konfirmasi lebih lanjut dari keluarga.

"Kalau kemarin kan ngobrol mau visum katanya, tapi kita tunggu kan belum ada konfirmasi lagi," kata Ferdian.

Polisi menyatakan akan menunggu keputusan keluarga apabila terdapat dugaan tindak pidana yang ingin dilaporkan terkait peristiwa tersebut.

"Kalau memang mau bikin LP terkait kasus dugaan yang lainnya, berarti nanti kita dampingi juga. Karena kalau untuk di bawah umur itu kan harus ke PPA juga. Pasti kita dampingi," tegas Ferdian.

Keluarga Belum Ambil Langkah Hukum

Terkait pria yang pergi bersama F, polisi belum mengambil langkah hukum karena hingga kini belum ada laporan pidana dari F maupun keluarganya.

"Kita menunggu dari laporannya dulu. Karena dari wawancara, si Mbaknya juga baik-baik aja dan enggak bilang, 'Saya mau melaporkan, Pak. Ini saya teraniaya.' Enggak ada ucapan itu," jelasnya.

Polisi juga belum menemukan indikasi bahwa F menjadi korban hipnotis atau tindak kejahatan lainnya. Ferdian mengatakan, dugaan tersebut belum dapat disimpulkan karena F pergi bersama pria tersebut setelah sebelumnya berpamitan kepada keluarga.