3 Indikator Kesuksesan Pilkada dan Pilpres Versi Mendagri

Mendagri Tjahjo Kumolo menyebut ada tiga indikator kesuksesan pelaksanaan pilkada. Tiga indikator tersebut adalah tingkat partisipasi politik masyarakat meningkat, berkurangnya politik uang, dan tidak adanya ujaran kebencian dalam kampanye.
"Pertama tingkat partisipasi masyarakat meningkat. Kedua kita lawan yang namanya politik uang dan mari kita lawan kampanye yang berujar kebencian, SARA dan fitnah. Kita dorong kampanye yang adu program, adu konsep dan gagasan," kata Tjahjo usai menghadiri Apel Kasatwil Polri di PTIK, Jakarta Selatan, Kamis (3/5).
Untuk mencapai indikator tersebut, lanjut Tjahjo, Kemendagri perlu menjalin koordinasi dengan Polri, KPU, dan Bawaslu. KPU dan Bawaslulah yang akan bertindak sebagai penyelenggara pilkada, sementara Polri berupaya mengamankan pilkada agar berjalan damai dan sukses.
"Saya kira itu intinya di sini tadi hadir seluruh kepolisian dari Polda sampai Polres dan nantinya akan terus dari tingkat polsek karena pasukan KPU dan Bawaslu sampai tingkat TPS akan ada sinergi," kata dia.

Apel ini dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Dalam sambutannya, Tito membeberkan sejumlah agenda yang akan dihadapi Polri, termasuk Pilkada Serentak 2018 dan Asian Games di Jakarta dan Palembang, Sumatera Selatan.
"Kita menghadapi agenda juga Ramadhan dan lebaran dengan tantangan-tantangan tersendiri. Dinamika-dinamika baru karena Ramadhan ini berdekatan dengan masa kampanye tahun politik ini perlu kita waspadai," ujar Tito.
Setelah Asian Games, Pilkada Serentak serta lebaran, agenda lain yang akan dihadapi oleh Polri adalah pendaftaran Capres dan Cawapres untuk Pilpres 2019 mendatang pada bulan Agustus. Selain itu untuk Polda Bali, Jawa Timur dan NTB ketiganya akan menghadapi IMF World Bank Conference.
"Setelah itu mungkin kita akan memasuki agenda akhir tahun yaitu Operasi Lilin. Oleh karena itu saya menilai perlu kita duduk bersama menyamakan persepsi, institusi Polri diberi tugas mengamankan agenda itu tidak ada lagi pilihan lain kita harus mampu melaksanakannya demi nama baik Polri dan nama baik negara," ujarnya.
