3 Pasar Tradisional di Denpasar Jadi Klaster Baru Penyebaran Virus Corona

Tiga pasar tradisional jadi klaster baru penyebaran virus corona di Kota Denpasar, Bali. Adapun tiga pasar tersebut Pasar Badung, Pasar Kumbasari dan Pasar Gunung Agung.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Denpasar Dewa Gede Rai mengatakan, ada empat warga dinyatakan positif menginap penyakit COVID-19 di pasar tersebut.
Mereka adalah dua pedagang di Pasar Badung, satu pedagang di Pasar Kumbasari dan satu buruh panggul di Pasar Gunung Agung.
"Dalam 3 hari belakang ini kita temukan klaster baru yakni klaster pasar. Itu ada 3 pedagang dan 1 tukang suwun atau buruh panggul yang terkonfirmasi positif Covid-19," kata Dewa Rai, Selasa (6/8).
Pemkot Denpasar melakukan upaya pencegahan penyebaran lebih luas di tiga pasar tersebut. Di antaranya, melakukan tes swab kepada pedagang dan pengunjung melalui metode PCR, memperluas penelusuran kontak antar warga di pasar.
Menutup lapak yang memiliki jarak 10 meter dari pedagang terkonfirmasi positif COVID-19 selama 14 hari serta penyemprotan areal pasar secara rutin.
Dari klaster Pasar Badung ada 19 warga yang menjalani swab, Klaster Pasar Kumbasari ada 45 warga dan 2 warga klaster Gunung Agung.
Dewa Rai mengaku pelacakan kontak klaster pasar ini sulit dilakukan. Sebab, tidak diketahui siapa saja yang berbelanja di lapak pedagang tersebut. Dia berharap warga yang mengunjungi pasar itu bisa menghubungi satgas COVID-19 agar menjalani rapid test atau swab.
Dewa Rai menilai menutup radius 10 meter dari lapak pedagang cukup efektif daripada menutup pasar selama 14 hari mencegah penyebaran lebih luas. Menurutnya, menutup pasar selama 14 hari sulit dilakukan karena akan berdampak secara ekonomi bagi masyarakat.
"Karena pemutusan dan pencegahan COVID-19 harus juga dilakukan secara terukur, dan tidak mesti harus satu pasar ditutup, apalagi Pasar Badung merupakan terbesar di Denpasar bahkan di Bali," kata Dewa Rai.
Saat ini, ada 136 orang dinyatakan terkonfirmasi positif corona di Kota Denpasar. Terdiri dari 65 orang masih dirawat, 69 orang sembuh dan 2 orang meninggal.
Ada 308 orang sebagai orang dalam pemantauan (ODP) yang menjalani karantina mandiri dan ada 82 pasien dalam pengawasan.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
