3 Pelaku Pengeroyokan Maut di Tempat Biliar Jakbar Ditangkap, 5 Masih Buron

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi di borgol. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi di borgol. Foto: Shutterstock

Polisi menangkap tiga pelaku pengeroyokan yang menewaskan seorang pria berinisial DM di tempat biliar di kawasan West Town Grogol, Jakarta Barat. Ketiganya ditangkap usai buron sejak kejadian pada 10 Mei 2026.

Motif pengeroyokan diduga dipicu dendam setelah salah satu rekan pelaku dipiting korban saat cekcok akibat dipengaruhi minuman keras.

Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan AKP Alexander Tengbunan mengatakan, ketiga pelaku yang ditangkap merupakan bagian dari delapan orang yang telah diidentifikasi polisi.

“Kami dari Reskrim Grogol Petamburan baru saja berhasil mengamankan para pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan meninggal dunia yang terjadi di Westown Grogol pada tanggal 10 Mei 2026,” kata Alexander kepada wartawan, Jumat (12/6).

Alexander menjelaskan, tiga pelaku yang diamankan berinisial NA, AE, dan MLS. Dua di antaranya masih berstatus anak, sementara satu lainnya merupakan orang dewasa.

“Diketahui tiga dari delapan pelaku yang sudah kita identifikasi berhasil kita amankan, bersama dengan tim Resmob Polres Metro Jakarta Barat. Dari antara ketiga pelaku ini, dua status anak dan satu status dewasa,” ujar dia.

Ketiga pelaku ditangkap di wilayah Jakarta Barat dan Rangkasbitung, Banten. Salah satu pelaku juga disebut menyerahkan diri melalui pihak keluarga.

Menurut Alexander, peristiwa bermula saat korban dan para pelaku terlibat konflik ketika mengkonsumsi minuman keras di sebuah tempat biliar kawasan Westown Grogol sekitar pukul 02.00 WIB.

“Kronologi kejadiannya ya, pada tanggal 10 Mei 2026 itu jam 02.00 subuh, korban dan para pelaku sempat konflik ketika mengkonsumsi miras. Kemudian turun ke tangga, korban ini sempat memiting teman dari pelaku,” tutur dia.

Tak terima temannya dipiting, para pelaku kemudian mengeroyok korban hingga terjatuh dari lantai dua.

“Tidak terima temannya dipiting pada saat di tangga, temannya berusaha membantu temannya yang sedang dipiting, kemudian memukul dan mengeroyok korban hingga korban jatuh dari lantai dua,” kata Alexander.

Korban sempat menjalani perawatan intensif setelah koma selama empat hari. Namun nyawanya tak tertolong.

Meski tiga pelaku telah diamankan, Alexander menyebut polisi masih memburu pelaku yang diduga menjatuhkan korban dari lantai dua.

“Ya, jadi di antara delapan pelaku yang sudah kita identifikasi, tiga pelaku ini merupakan pelaku pengeroyokan yang memukul ya, memukul korban. Tapi bukan pelaku yang mendorong korban hingga jatuh dari lantai dua. Saat ini kami masih mencari pelaku tersebut,” kata Alexander.

Alex mengatakan, dari 5 pelaku yang masih buron, salah satunya merupakan pelaku utama pengeroyokan ini.

"Lima pelaku lainnya sudah diidentifikasi, termasuk pelaku utama yang mendorong korban hingga jatuh dari lantai 2, ada dua nama informasinya. Saat ini masih kami kejar, namun kami butuh waktu untuk menangkap. Pelaku sempat menginformasikan ke teman-temannya 'jangan sampai ada yang bocorkan saya ada di mana, kalau tidak saya cari kalian' jadi ada pengancaman verbal," ungkapnya.

Diduga Sengaja Didorong dari Lantai 2

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menduga korban memang sengaja dijatuhkan.

“Ya, menurut keterangan pelaku yang sekaligus jadi saksi, korban memang sengaja dijatuhkan oleh pelaku,” ujarnya.

Kepada para pelaku dijerat Pasal 262 KUHP ayat 4 terkait pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Sebelumnya, polisi menyebut korban DM awalnya datang ke lokasi bersama kekasihnya pada Minggu (10/5). Berdasarkan keterangan kepolisian, korban sempat berusaha melerai perselisihan sebelum akhirnya terlibat cekcok dengan kelompok pelaku. Korban kemudian dikeroyok dan terjatuh ke lantai dasar dalam kondisi tak sadarkan diri sebelum akhirnya meninggal dunia di rumah sakit.