3 Peristiwa 'Senggol Bacok' di Jalan Raya yang Mengerikan

Kamu tahu istilah 'senggol bacok'? Istilah ini dikaitkan dengan peristiwa perkelahian yang disebabkan karena saling senggolan kendaraan di jalan raya.
Saling senggolan kendaraan tak jarang membuat emosi seseorang tak terkendali. Saling senggol bisa berakibat adu mulut, adu jotos bahkan yang lebih parahnya adu bacok.
Serangkaian peristiwa 'senggol bacok' penah terjadi di Indonesia. Yang teranyar, peristiwa 'senggol bacok' yang melibatkan alumnus ITB Hermansyah dengan 5 orang yang tak dikenalnya.
Polisi menyebut Hermansyah dikeroyok dan ditusuk karena menyerempet mobil pelaku di Tol Jagorawi. Hermansyah terluka di beberapa bagian tubuhnya.
kumparan (kumparan.com) pada Rabu (12/7) menghimpun beberapa kejadian 'senggol bacok' yang pernah terjadi di jalanan.
1. Senggol bacok di Gang Jamblang Cengkareng

Pada hari Senin tanggal 18 April 2016, terjadi peristiwa 'senggol bacok' di Gang Jamblang, Cengkareng, Jakarta Barat. Seorang pemuda bernama Mansyur (19) tewas dibacok Bagus Restu Jati (24) menggunakan celurit. Restu membacok Mansyur lantaran tak terima motornya disenggol.
Kejadian bermula saat Mansyur tengah melewati Pasar Dandut, Pedongkelan, menggunakan sepeda motornya. Bagus pun langsung emosi seketika.
Ia mengejar Mansyur untuk menuntut balas. Bagus pun memepet Restu dan kemudian berteriak sambil mengajak berkelahi Mansyur. Perkelahian antar keduanya pun sempat dilerai warga setempat.
Namun Bagus sudah kadung emosi. Bagus yang masih tak terima itu mengajak kawan-kawannya sambil membawa senjata untuk mencari Mansyur.
Setelah bertemu, Mansyur diajak ke Gang Jamblang dan dikeroyok hingga tewas. Korban menderita luka sabetan celurit di lengan kiri dan kepala.
2. Senggol bacok di Jalan Baru Bima

Peristiwa senggol bacok juga pernah terjadi di Jalan Bina Baru Kelurahan Dara Rasanae Barat Kota Bima pada 30 Mei 2016. Peristiwa bermula saat Supriyanto bersama teman-temannya berjumlah 8 orang sempat nongkrong di sebuah warung sambil minum kopi, selesai minum kopi mereka berniat untuk pergi menonton organ tunggal yang diadakan di kampung Sumbawa dengan menggunakan sepeda motor.
Saat perjalanan menuju lokasi organ tunggal, rombongan Sufriyanto dan teman-temannya bersenggolan dengan sekelompok pemuda pengendara motor yang berjumlah sekitar 15 orang. Mereka tak terima disenggol oleh Sufriyanto dan kawan-kawan, mereka kemudian ngetem di sebuah jembatan untuk mengadang Supriyatno dan teman-temannya.
Supriyanto sebenarnya telah menyadari kesalahannya dan telah meminta maaf, namun para pemuda tersebut terlanjur emosi dan masih tidak terima atas senggolan tersebut dan langsung mengeluarkan parang. Melihat mereka mengeluarkan parang, teman-teman korban langsung lari menyelamatkan diri.
Sial bagi Supriyanto, ia tidak sempat menyelamatkan diri sehingga menjadi sasaran penganiayaan oleh para pelaku. Setelah itu pelaku lari meninggalkan korban yang sudah terkapar. Supriyanto mendapat luka yang cukup serius di beberapa bagian tubuhnya.
3. Senggol bacok Hermansyah alumnus ITB di Tol Jagorawi

Pagi itu, Minggu (9/7), menjadi hari yang nahas bagi alumni ITB Hermansyah. Sepulang dia merayakan pesta ulang tahun istrinya, Irina, Hermansyah dikeroyok dan dibacok oleh 5 orang yang tak dikenal.
Versi yang berkembang menyebutkan, perselisihan di jalan raya ini bermula saat ada sebuah mobil di belakang Hermansyah yang berjalan zigzag. Saat posisi kedua mobil pada posisi sejajar, mobil tersebut menyerempet mobil Hermansyah. Tak terima, Hermansyah mengejar mobil itu. Kedua mobil lalu berhenti di KM 6. Tak dinyana, muncul sebuah mobil lagi yang ternyata teman dari pengendara mobil yang menyerempet Hermansyah. Sekitar 5 orang di dua mobil itu lantas mengeroyok, salah seorang di antaranya membawa senjata tajam.
Akibatnya Hermansyah mendapat sejumlah luka di bagian leher dan tangannya. Hermansyah langsung dibawa ke RS Hermina Depok oleh istrinya.
Kini polisi telah berhasil menangkap dua dari orang pelaku pengeroyokan. Kedua pelaku tersebut diketahui bekerja sebagai debt collector.
