3 Warga Makassar Jadi Korban Penembakan Anggota Polisi

kumparanNEWSverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga Makassar jadi korban penembakan. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Warga Makassar jadi korban penembakan. Foto: Dok. Istimewa

Tiga orang warga Jalan Barukang 3, Kelurahan Patingalloang, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, Sulawesi Selatan, dilarikan ke rumah sakit Polri Bhayangkara, Minggu (30/8). Mereka menjadi korban penembakan oknum polisi.

Ketiga warga menjadi korban penembakan ini masing-masing, Anjas (23), Iqbal (22) dan Amal Makruf (18). Mereka ini diduga tertembak saat polisi melakukan pendalaman perkara tindak pidana pengeroyokan di Jalan Barukang.

Warga Makassar jadi korban penembakan. Foto: Dok. Istimewa

Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Kadarislam mengatakan, ketiga pria yang menjadi korban penembakan, sementara menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara. Salah satu di antaranya, Anjas mengalami luka tembak di pelipis kepala bagian belakang dan kritis, untuk kedua korban lainnya, tertembak pada betisnya.

"Ada tiga orang jadi korban penembakan, yang duanya ketembak di kaki, satunya di pelipisnya, di kepalanya. Tembakan masing-masing 1 kali," kata Kadarislam, Minggu (30/8).

Warga Makassar jadi korban penembakan. Foto: Dok. Istimewa

Kadarislam menerangkan, dugaan penembakan ini bermula ketika petugas dari Polsek Ujung Tanah melakukan proses penyelidikan perkara pengeroyokan di Jalan Barukang. Namun, saat di lokasi, kehadiran polisi tidak direspons baik oleh warga sekitar dan bahkan sempat diteriaki pencuri.

"Saat pemuda di sana ditanya, tiba-tiba ada yang memukul di belakang. Dipukul anggota, gitu kan, tiba-tiba anggota lihat banyak orang, langsung lari tiba-tiba, diteriaki pencuri sama anak-anak. Kan warga keluar semua, anggota lari karena terdesak dilempari segala macam, kan namanya pakaian preman," ucap dia.

embed from external kumparan

Ia melanjutkan, saat petugas berpakaian preman ini mundur, tiba-tiba mendapat bantuan dari petugas berpatroli. Sehingga, warga diberikan tembakan peringatan gas air mata, bermaksud untuk bubarkan diri.

Namun, warga beringas dan terus menyerang petugas, hingga terpaksa diberikan tembakan peringatan.

"Nah sementara ini, kita lagi mau dalami dulu peran anggota, kenapa ada masyarakat yang tertembak. Ini lagi didalami dulu," tegasnya.

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)