3 WNI yang Hilang Kontak Usai Israel Serbu RS Indonesia di Gaza Dikabarkan Sehat

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Presidium MER-C Indonesia Sarbini Abdul Murad memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor MER-C di Jakarta, Selasa (10/10/2023). Foto: Reno Esnir/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Presidium MER-C Indonesia Sarbini Abdul Murad memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor MER-C di Jakarta, Selasa (10/10/2023). Foto: Reno Esnir/Antara Foto

Hampir 24 jam berlalu sejak penjajah Israel menyerang Rumah Sakit Indonesia (RSI) di bagian utara Jalur Gaza, Senin (20/11). Insiden itu menewaskan lebih dari 12 orang dan tiga relawan WNI dari Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) hilang kontak.

Hingga berita ini dirilis, MER-C masih belum bisa menghubungi tiga relawan tersebut โ€” yang diidentifikasi bernama Fikri Rofiul Haq, Reza Aldilla Kurniawan, dan Farid Zanzabil Al Ayubi. Sejak pasukan Israel menyerang Jalur Gaza awal Oktober lalu, mereka memilih untuk tetap tinggal dan membantu korban perang di Palestina.

Namun, Ketua Presidium MER-C Dr Sarbini Abdul Murad pada Selasa (21/11) mengatakan bahwa Fikri, Reza, dan Farid dalam kondisi sehat dan masih berada di RSI.

"Belum bisa dikontak sampai saat ini, tapi info dari jaringan kita [relasi MER-C] mereka sehat dan ada di RSI," kata Sarbini kepada kumparan.

Tiga relawan MER-C di Gaza. Kiri ke kanan: Fikri Rofiul Haq, Reza Aldilla Kurniawan, dan Farid Zanzabil Al Ayubi. Foto: IG MER-C

MER-C merupakan inisiator dan pengelola RSI di Gaza, yang telah menjadi sasaran serangan terbaru Israel sejak Minggu (19/11) malam waktu setempat. Sebanyak 12 orang tewas dalam serangan yang dikutuk sekeras-kerasnya oleh Menlu Retno Marsudi itu.

Pasukan penjajah bersikeras, militan Hamas mendirikan tempat persembunyian bawah tanah dan penyimpanan senjata di area RSI โ€” justifikasi yang digunakan untuk membenarkan serangan tersebut.

Padahal, serangan apa pun yang menargetkan fasilitas sipil khususnya rumah sakit adalah ilegal di mata hukum humaniter internasional. Hal itu juga melanggar segala etika perang yang seharusnya dipatuhi.

Tudingan Israel tersebut dibantah keras oleh MER-C โ€” pihak yang terlibat dalam pembangunan RSI di Gaza. Lembaga kemanusiaan ini pun menyertakan bukti-bukti bahwa tudingan zionis hanyalah akal-akalan sebagai justifikasi untuk menyerang RSI.

kumparan post embed
instagram embed