30 Tahun Perjuangan Perempuan Arab Saudi Hapus Larangan Berkendara

Pemerintah Arab Saudi akhirnya mencabut larangan berkendara bagi perempuan. Langkah ini menjadi sebuah bentuk revolusi setelah puluhan tahun Kerajaan Saudi dianggap membatasi kebebasan perempuan.
Hampir 30 tahun lamanya, perempuan Arab Saudi berjuang demi penghapusan larangan berkendara. Berikut peristiwa-peristiwa penting yang terjadi hingga kini mereka dapat mengendarai mobilnya sendiri.
6 November 1990: Lebih dari 40 perempuan mengendarai mobilnya di Riyadh dalam demonstrasi pertama menentang larangan tersebut. Mereka lantas dipenjara selama sehari dan kehilangan pekerjaannya karena terlibat dalam demo tersebut.
September 2007: Aktivis perempuan yang dipimpin oleh Wajeha al-Huwaider dan Fawzia al-Uyyouni membuat petisi untuk pemimpin terdahulu, Raja Abdullah, agar perempuan diizinkan mengemudi. Petisi itu ditandatangani oleh lebih dari 1.000 orang.

8 Maret 2008: Huwaider membuat film saat ia berkendara dan mengunggahnya ke YouTube.
17 Juni 2011: Manal al-Sharif dan aktivis lainnya membuat kampanye bertajuk 'Women2Drive' di media sosial Facebook. Akibatnya dalam dua minggu sekitar 70 perempuan di penjuru Arab dihukum.
26 Oktober 2013: Tak gentar, sejumlah perempuan Arab Saudi kembali mengunggah swafoto dan videonya saat berkendara meski dilarang keras oleh pemerintah. Pihak kepolisian pun memberikan denda hingga hukuman penjara bagi perempuan-perempuan tersebut.

30 November 2014: Aktivis Loujain al-Hathloul dan Maysaa al-Amoudi dipenjara selama 73 hari dan dijerat hukuman terorisme setelah mengendarai mobilnya dari Uni Emirat Arab menuju Arab Saudi.
26 September 2017: Raja Salman memerintahkan aturan agar perempuan diizinkan untuk berkendara. Setidaknya puluhan aktivis diinstruksikan untuk tidak berkomentar terkait wacana tersebut, namun hal itu mereka hiraukan.
Mei sampai Juni 2018: Pemerintah Arab Saudi menangkap puluhan aktivis hak asasi perempuan, di antaranya yang vokal melawan larangan berkendara. Mereka dituduh melakukan kontak dengan musuh asing.
Namun sejumlah diplomat dan aktivis lainnya menilai penangkapan itu untuk membungkam para perempuan.
24 Juni 2018: Pemerintah resmi mencabut larangan mengemudi bagi perempuan. Para perempuan di Riyadh dan kota-kota besar Saudi lainnya terlihat berkendara di jalanan tepat tengah malam, mereka membunyikan klakson dan musik dari dalam mobil.
Diperkirakan akan ada 3 juta wanita Saudi yang akan memperoleh SIM pada 2020.
