30 Warga Gaza Tewas dalam Serangan Udara Israel, AS Sebut Pertempuran Kecil
·waktu baca 2 menit

Israel melancarkan serangan udara pada Selasa (28/10) waktu setempat di tengah gencatan senjata dengan Hamas. Badan Pertahanan Sipil Gaza menyebut serangan itu menargetkan beberapa wilayah.
"Setidaknya 30 orang tewas dalam serangan yang menargetkan beberapa wilayah Gaza," kata juru bicara Badan Pertahanan Sipil Gaza.
Terkait serangan tersebut Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan itu hanya pertempuran kecil. Gencatan senjata Israel dan Hamas juga tidak akan runtuh karena masalah tersebut.
"Itu tidak berarti tidak akan ada pertempuran kecil," ujarnya.
"Kita tahu bahwa Hamas atau pihak lain di Gaza menyerang seorang tentara IDF. Kami memperkirakan Israel akan merespons —tetapi saya pikir perdamaian yang dijanjikan presiden akan tetap berlaku," tambahnya.
Sebelumnya, PM Israel Benyamin Netanyahu telah memerintahkan untuk melancarkan serangan besar ke Gaza usai mengetahui jenazah sandera Israel ke-16 yang dikembalikan Hamas tidak sesuai dengan perjanjian. Jasad itu diketahui merupakan bagian dari almarhum Ofir Tzarfati yang ditemukan dan dipulangkan ke Israel saat operasi militer dua tahun lalu.
Menteri Pertahanan Israel Katz menuduh Hamas menyerang pasukan Israel di Gaza. Namun, ia tidak menyebut di mana serangan itu terjadi.
"Serangan Hamas hari ini terhadap tentara IDF (Pasukan Pertahanan Israel) di Gaza merupakan pelanggaran batas, yang akan ditanggapi IDF dengan kekuatan besar," kata Katz dalam sebuah pernyataan.
Hamas menyebut serangan udara Israel tidak ada kaitannya dengan insiden penembakan di Rafah. Netanyahu juga dianggap Hamas hanya mencari-cari alasan untuk bisa meluncurkan serangan ke Gaza.
Atas serangan tersebut, Hamas menunda pemulangan jenazah sandera Israel. Dikutip dari Al Jazeera, Hamas telah menemukan dua jenazah sandera Israel, yakni Amiram Cooper dan Sahar Baruch, dalam operasi pencarian hari ini.
