341 Turis Asing Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal: Warga India hingga Malaysia

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemandangan rumah-rumah yang tertutup lumpur setelah banjir bandang di Trishuli, distrik Nuwakot, Nepal, Rabu (26/8/2026). Foto: Navesh Chitrakar/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pemandangan rumah-rumah yang tertutup lumpur setelah banjir bandang di Trishuli, distrik Nuwakot, Nepal, Rabu (26/8/2026). Foto: Navesh Chitrakar/REUTERS

Otoritas Nepal masih mencari ratusan korban yang hilang akibat banjir bandang yang melanda negeri itu Rabu (26/8). Dari data mereka, ada 341 turis asing yang turut hilang akibat bencana itu.

Sebelumnya, kantor berita Reuters, memberitakan bahwa sebanyak 160 orang tewas dalam insiden tersebut, dan diperkirakan jumlah korban tewas akan terus meningkat.

Terkait 341 turis asing, kebanyakan mereka adalah para petualang dan wisatawan, serta para pendaki pegunungan Himalaya dan Gunung Everest.

Berikut daftarnya, dirangkum dari AFP:

India

Warga India menjadi kelompok warga asing yang paling banyak dilaporkan hilang. Nepal Tourism Board mencatat 142 warga India belum diketahui keberadaannya.

Mereka diketahui mengikuti perjalanan wisata yang diselenggarakan oleh Samrat Tours & Travels, Leaf Holiday, dan Himalayan Glacier.

Ukraina

Kementerian Luar Negeri Ukraina menyebut Polisi Pariwisata Nepal menginformasikan bahwa 53 warga Ukraina diduga hilang akibat banjir.

Jumlah itu termasuk 46 wisatawan Ukraina dalam satu rombongan yang kehilangan kontak dengan otoritas Nepal.

Malaysia

Sebanyak 17 warga Malaysia yang melakukan perjalanan bersama Fishtail Tours & Travels juga dilaporkan hilang.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Malaysia menyatakan Kedutaan Besar Malaysia di Kathmandu menerima laporan dari agen perjalanan yang menyebut mereka kehilangan kontak dengan 11 warga Malaysia yang diyakini berada di Distrik Rasuwa, salah satu wilayah yang terdampak paling parah.

Rumah rusak akibat banjir bandang di Trishuli di distrik Nuwakot, Nepal, Rabu (26/8/2026). Foto: Navesh Chitrakar/REUTERS

Inggris

Nepal Tourism Board melaporkan 12 warga Inggris yang melakukan perjalanan bersama agen Alpine Eco Trek hingga kini belum ditemukan.

Korea Selatan

Otoritas Korea Selatan mengkonfirmasi delapan pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air kehilangan kontak di Distrik Rasuwa setelah banjir terjadi.

Afrika Selatan

Empat warga Afrika Selatan yang tergabung dalam rombongan Alpine Eco Trek juga dilaporkan hilang.

Amerika Serikat

Tiga warga Amerika Serikat yang melakukan perjalanan dengan Fishtail Tours & Travels belum diketahui keberadaannya.

Portugal

Kementerian Luar Negeri Portugal menyatakan seorang perempuan dan seorang laki-laki warga negaranya hilang akibat banjir tersebut.

“Kami terus memantau situasi dari menit ke menit,” kata juru bicara kementerian itu kepada AFP.

Warga berdiri di dekat rumah-rumah yang tertutup lumpur dan jalan, setelah banjir bandang di Trishuli, distrik Nuwakot, Nepal, Rabu (26/8/2026). Foto: Navesh Chitrakar/REUTERS

Australia dan Belanda

Satu warga Australia yang mengikuti perjalanan bersama Kathmandu Holiday Tours & Travel dilaporkan hilang.

Nepal Tourism Board juga mencatat seorang warga Belanda yang bepergian dengan perusahaan wisata yang sama belum ditemukan.

Italia

Kementerian Luar Negeri Italia menyebut dua warga negaranya beserta seorang pemandu terjebak di wilayah hulu yang terisolasi akibat longsor. Namun, mereka dilaporkan telah menerima bantuan.

Kementerian itu menyatakan mengetahui ada sekitar 90 warga Italia yang berada di Nepal dan Tibet, tetapi belum dapat memastikan apakah ada di antara mereka yang terdampak bencana.

Kewarganegaraan Belum Diketahui

Sejumlah operator wisata juga melaporkan adanya wisatawan asing yang hilang, tetapi kewarganegaraan mereka belum dapat dipastikan.

Mereka terdiri dari 77 orang yang terdaftar dalam Trekkers Society, 26 orang dari Kailash Journey, dan delapan orang dari Richa Tours & Travels.

Warga Nepal

Selain warga asing, Nepal Tourism Board juga melaporkan 93 warga Nepal masih dinyatakan hilang hingga saat ini.

Tim penyelamat masih melakukan pencarian di sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor, terutama di kawasan pegunungan dekat perbatasan Nepal-Tibet yang mengalami kerusakan paling parah akibat bencana tersebut.