358 Nakes di Kudus Corona Meski Divaksin, Efikasi Sinovac Usai Vaksinasi Diuji
·waktu baca 2 menit

Sebanyak 358 tenaga kesehatan di Kudus, Jawa Tengah, dinyatakan positif COVID-19 meski sudah divaksin. Vaksin yang digunakan ke nakes adalah vaksin Sinovac.
Lantas, bagaimana dampak dari kasus ini dengan efikasi Sinovac yang di angka 65,3 persen?
"Vaksinasi untuk mencegah penyakit, seandainya terkena penyakit maka gejalanya akan ringan," jelas Ketua Tim Riset Uji Klinis Fase III Vaksin Covid-19 Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Kusnandi Rusmil dalam wawancara dengan kumparan pada Jumat (4/6).
Sementara Kusnandi menjelaskan saat ini efikasi dari vaksin usai vaksinasi masih dalam tahap penelitian lanjutan. Saat ini penelitian tersebut ingin melihat berapa nilai efikasi setelah satu tahun setelah divaksinasi.
"Efikasi tergantung waktu, paling tinggi 2 minggu setelah imunisasi terakhir, makin lama menurun sedikit-sedikit. Ini yang sedang kita teliti setelah 1 tahun berapa efikasinya. " jelas Kusnandi.
Selain itu, penelitian tersebut juga diharapkan dapat diketahui apakah perlu dilakukan vaksinasi COVID-19 ulang dalam jangka waktu tertentu.
"Itu juga yang sedang diteliti," jawabnya.
Mengenai hal tersebut, masyarakat tidak perlu ragu soal kekhasiatan dari vaksin yang digunakan di Indonesia. Sebab, vaksin tersebut sudah terbukti mampu menangkal berbagai varian seperti yang terjadi di Amerika Serikat dan Inggris.
"Pertanyaannya vaksin apa yang terbukti tidak bisa menangkal varian tertentu. Itu yang ada data di kami adalah bahwa AstraZeneca itu memang tidak begitu berhasil untuk menangkal varian Afrika Selatan, untungnya (varian) Afrika Selatan kan sedikit banget ada di Indonesia," jelas Ketua Satgas IDI Prof. Zubairi Djoerban terpisah.
"Yang kedua kalau Sinovac dan AstraZeneca justru terbukti juga menangkal varian-varian yang lain termasuk varian B.1 dari Brasil, jadi intinya berbagai vaksin yang ada di Indonesia itu amat sangat berguna," imbuhnya.
