4.377 Orang Dikubur di Jakarta pada Maret 2020, Meningkat Hampir 2 Kali Lipat

4 April 2020 6:04 WIB
comment
104
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sejumlah petugas membawa peti mati jenazah korban penyakit COVID-19 di Taman Pemakaman Umum (TPU), Jakarta, Selasa (31/3/). Foto: Reuters/Willy Kurniawan
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah petugas membawa peti mati jenazah korban penyakit COVID-19 di Taman Pemakaman Umum (TPU), Jakarta, Selasa (31/3/). Foto: Reuters/Willy Kurniawan
ADVERTISEMENT
Jumlah kematian akibat virus corona di Jakarta terus meningkat. Per Jumat (3/4), tercatat ada 98 orang yang meninggal akibat positif corona di Jakarta. Selain itu ada ratusan jenazah yang dimakamkan dengan protokol COVID-19.
ADVERTISEMENT
Angka kematian ini diduga mendongkrak jumlah jenazah yang dikubur di Jakarta. Dalam paparan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, terlihat adanya kenaikan jumlah jenazah yang dikubur pada Maret 2020, yakni sebanyak 4.377 orang.
Jumlah tersebut naik hampir dua kali lipat jika dibandingkan dengan Februari 2020, yakni sebanyak 2.459 orang.
Tak hanya itu, jumlah jenazah yang dikubur pada Maret 2020 juga dua kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan rata-rata penguburan jenazah di DKI pada 2018 dan 2019. Adapun jumlah rata-rata penguburan jenazah pada 2018 sebanyak 2.774 orang dan 2.745 orang pada 2019.
Infografis Layanan Pemakaman oleh Distamhut di Bulan Maret. Foto: Istimewa
Meski demikian, belum diketahui secara pasti mengapa ada lonjakan dua kali lipat jumlah orang yang dimakamkan di DKi Jakarta pada Maret 2020.
ADVERTISEMENT
Bila meningkatnya jumlah orang yang meninggal karena terkait corona, tentu sangat mengejutkan.
Data dari situs resmi pemerintah per tanggal 3 April 2020 pukul 18.00 WIB, korban meninggal karena corona di Jakarta ialah 98 orang. Sementara data dari Pemprov DKI, jumlah orang yang dimakamkan dengan protokol corona 401 orang.
Lantas mengapa masih ada lonjakan seribuan orang lebih yang dimakamkan di Jakarta pada bulan Maret? Apakah jenazah-jenazah itu merupakan korban corona yang tidak diketahui dan tidak tercatat?
Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Senin (30/3/2020). Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja
Anies sempat menyebut, sudah ada 283 jenazah di DKI yang dikubur dengan protap pemakaman jenazah terinfeksi corona. Dari 283 orang yang dikubur dengan protap jenazah corona, belum semuanya terkonfirmasi positif.
"Sejak tanggal 6 Maret mulai ada kejadian pertama sampai kemarin tanggal 29 ada 283 kasus," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Senin (30/3).
ADVERTISEMENT
Namun angka tersebut terus bertambah. Saat melakukan teleconference dengan Wapres Ma'ruf Amin tiga hari berselang, data pemakaman dengan protap corona kembali meningkat menjadi 401 kasus.
"Apalagi bila kita melakukan monitoring di Dinas Pertamanan dan Hutan Kota yang mengurusi pemakaman maka ada, sampai dengan kemarin itu jumlah yang meninggal dimakamkan dengan cara COVID-19 ada 401 kasus, Pak," jelas Anies kepada Ma'ruf, Kamis (2/4).
Terkait pemakaman jenazah positif corona, Pemprov DKI telah menyiapkan lokasi khusus. Salah satunya adalah TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur.