4,5 Jam Berlalu Warga Masih Blokade Exit Tol Jatikarya, Mulai Tarik Beton
·waktu baca 2 menit

Warga masih blokade exit Tol Jatikarya, Bekasi. Ini berarti sudah 4 jam berlalu sejak mereka memulai aksinya 10.30, Rabu (8/2) pagi tadi.
Pukul 14.30 WIB warga terlihat mulai menarik beton ke depan exit tol. Tumpukan ban juga masih dibakar.
Beberapa mobil masih ada yang berupaya masuk, termasuk kendaraan polisi dan TNI. Namun mereka akhirnya putar balik karena belasan warga tak mengizinkan.
Salah satu ahli waris bernama Gunun menepis aksinya sebagai blokade. Menurutnya, ini penguasaan tanah kembali imbas dari hak mereka yang tak terealisasi.
“Kami di sini semua para ahli waris pemilik yang sah bukan memblokade, bukan menutup jalan tol. Kita menguasai di tanah kita masing-masing. Jadi harus digarisbawahi, karena belum dibayar,” kata Gunun.
Menurut Gunun, PUPR sudah menitipkan ganti rugi melalui pengadilan negeri Bekasi dengan jumlah lebih dari Rp 218 miliar.
Mereka telah memenangkan putusan Mahkamah Agung dalam Peninjauan Kembali (PK) II dengan No.815/PDT/2018 pada Desember 2019 lalu yang menyatakan tanah yang kini menjadi Tol Jatikarya merupakan milik warga Jatikarya.
Berdasarkan pantauan kumparan, terlihat Kapolres Bekasi Kota Kombes Pol Hengki dan Wakapolres Bekasi Kota AKBP Rama Samtama sempat menyambangi warga tersebut.
Namun, masih belum terjadi negosiasi antara kepolisian dengan warga hingga saat ini.
Tak sampai 15 menit, polisi pun kembali pergi dari tempat kejadian.
