4 dari 9 Pasien Positif Corona di Jateng Pernah Ikut Seminar di Bogor

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sebelum Rapat Koordinasi di kantornya, Sabtu (14/3). Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sebelum Rapat Koordinasi di kantornya, Sabtu (14/3). Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan

Empat orang di Jawa Tengah yang pernah mengikuti sebuah seminar di Bogor telah dinyatakan positif corona. Bahkan 2 di antaranya meninggal dunia.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, sudah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil soal ini.

Meski hingga kini, pemerintah masih belum menjelaskan secara gamblang seminar apa dan di hotel mana. Namun, Ganjar meminta agar semua pihak yang merasa berhubungan dengan seminar di Bogor tersebut untuk melapor.

"Makanya kayaknya kita mesti ada tindakan lebih. Maka Kadinkes kami ini cukup intens bicara dengan Kadinkes Jabar. Saya kira ini penting untuk tim gugus tugas (gusgas), maka gus gas polnya adalah dari jejaring yang sudah keliatan ini kita bisa melakukan penelusuran, mungkin memang harus dicari dan masyarakat kayaknya perlu melapor," jelas Ganjar di rumah dinasnya, di Semarang, Rabu (18/3).

"Misalnya kemarin seminar di Bogor, boleh dong melapor, siapa saja, dari hotelnya melaporkan dan ini kita harapkan nantinya kita bisa melakukan penelusuran dengan cepat," lanjutnya.

Di sisi lain, Ganjar juga mendorong pemerintah untuk membuat aplikasi penilaian diri atau self assessment agar masyarakat dapat melapor bila merasa berhubungan dengan pasien yang dinyatakan positif. Ganjar juga mengapresiasi warganya yang mau melapor padanya lewat Direct Message Twitter.

Ilustrasi virus corona. Foto: Maulana Saputra/kumparan

"Sudah ada yang ngaku lewat saya melalui DM twitter, itu menurut saya bagus, dan dia itu sekarang jadi orang dalam pemantauan," jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo, menyatakan pasien positif corona yang meninggal paling baru yaitu perempuan berusia 44 tahun (sebelumnya ditulis 49 tahun). Pasien tersebut rujukan dari salah satu RS swasta di Wonogiri.

"Pasien adalah kelompok yang ikut seminar di Bogor. Sebelum dirawat di RS Moewardi, pasien ini dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Wonogiri," kata Yulianto.

Hingga Rabu (18/3), total ada 6 pasien corona di Jateng yang masih dirawat terdiri dari 2 orang di Semarang, 3 orang di Solo, dan 1 orang di Magelang. Sedangkan tiga orang positif corona meninggal yaitu 2 orang di Solo dan 1 orang di Semarang.