4 Hari Gen Z di Maroko Demo Tuntut Layanan Pendidikan-Kesehatan yang Lebih Baik

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemuda berpartisipasi dalam protes antikorupsi yang menuntut reformasi pendidikan dan layanan kesehatan di Rabat, Maroko, Selasa (30/9/2025). Foto: Mosa'ab Elshamy/AP
zoom-in-whitePerbesar
Pemuda berpartisipasi dalam protes antikorupsi yang menuntut reformasi pendidikan dan layanan kesehatan di Rabat, Maroko, Selasa (30/9/2025). Foto: Mosa'ab Elshamy/AP

Demonstrasi yang dipimpin Gen Z kembali terjadi, kali ini di Maroko, negara di Afrika Utara. Dikutip dari Reuters, Rabu (1/10), demo telah berlangsung selama 4 hari di sejumlah kota di negara yang dipimpin Raja Mohammed VI itu.

Demo ini dipicu tuntutan Gen Z akan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang lebih baik di Maroko. Demo ini awalnya diorganisir secara daring oleh kelompok pemuda yang menamai diri "GenZ 212" menggunakan platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Discord.

Di kota-kota selatan seperti Tiznit, Inzegane, dan Ait Amira, kemudian kota timur Oujda, dan Temara dekat ibu kota Rabat, ratusan demonstran berkumpul dan melempar batu ke arah pasukan keamanan yang mencoba membubarkan demonstran.

Di Ait Amira, demonstran dilaporkan membalikkan dan merusak sejumlah kendaraan aparat dan membakar bank. Di Inzegane, dalam video yang diunggah di media sosial menunjukkan demonstran yang memakai masker membakar bank, sementara yang lainnya terlibat bentrok dengan polisi yang berusaha memukul mundur mereka dengan water cannon.

Raja Maroko Mohammed VI Foto: Foto: AFP/FADEL SENNA

Masih berdasarkan video yang diunggah di media sosial dan laporan saksi mata, sejumlah mobil dibakar dan kelompok demonstran berusaha menyerbu sebuah supermarket.

Sementara di Tiznit, puluhan demonstran melempar batu ke arah aparat penegak hukum yang mencoba membubarkan demonstran. Demonstran sempat meneriakkan yel-yel seperti, "Rakyat ini korupsi diakhiri".

Di Oujda, seorang demonstran menderita luka serius usai ditabrak mobil aparat. Di Rabat, polisi menangkap puluhan demonstran saat meneriakkan yel-yel di lingkungan padat penduduk.

Asosiasi Hak Asasi Manusia Maroko (AMDH) mengatakan ada 37 orang yang dibebaskan dengan jaminan, sambil menunggu penyelidikan. Kepala AMDH di Rabat, Hakim Saikuk, mengecam penangkapan yang dinilainya tidak konstitusional.

Pasukan keamanan membubarkan dan menangkap pengunjuk rasa dalam demonstrasi menuntut reformasi layanan kesehatan dan pendidikan di Rabat, Maroko, Sabtu (27/9/2025). Foto: AP Photo

Sementara di Casablanca, 24 demonstran yang sempat memblokir jalan tol pada Minggu (28/9) lalu sedang menjalani penyelidikan.

Koalisi pemerintah mengeluarkan pernyataan pada Selasa (30/9) yang menyatakan kesediaannya membuka dialog dengan para Gen Z.

"Di dalam lembaga dan ruang publik guna mencari solusi yang realistis," kata mereka.

Mereka juga memuji reaksi yang seimbang dari aparat keamanan yang sesuai dengan prosedur hukum.

Kementerian Dalam Negeri hingga saat ini belum berkomentar terkait demo yang berakhir ricuh ini.