4 Jadwal Kereta Alami Keterlambatan Akibat Banjir Semarang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Air merendam Stasiun Tawang Semarang. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Air merendam Stasiun Tawang Semarang. Foto: Dok. Istimewa

Hujan deras menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Semarang, termasuk di area Stasiun Tawang, Sabtu (31/12). Akibatnya, perjalanan empat kereta api penumpang wilayah Daop 4 Semarang terganggu.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Ixfan Hendri Wintoko, mengatakan keempat perjalanan kereta penumpang yang mengalami keterlambatan tersebut adalah;

  • KA 186 Kamandaka relasi Tegal - Semarang Tawang (terlambat 117 menit)

  • KA 263 Menoreh relasi Semarang Tawang - Jakarta Kota (terlambat 140 menit)

  • KA 189 Joglosemarkerto relasi Solo Balapan - Tegal (terlambat 52 menit)

  • KA 267A Ambarawa Ekspress relasi Surabaya Pasarturi - Semarang Poncol (terlambat 34 menit)

Air merendam Stasiun Tawang Semarang. Foto: Dok. Istimewa

"Ada dua titik rel yang tidak bisa dilalui perjalanan kereta api karena tergenang air, yakni pada petak jalan Semarang Tawang - Alastua, dengan ketinggian genangan 12 cm di atas kop rel," ujar Ixfan saat dihubungi, Sabtu (31/12).

"Lalu pada petak jalan Kaliwungu - Kalibodri, Kabupaten Kendal, karena adanya Sungai Waridin yang meluap sehingga mengakibatkan gogosan pada jalur rel KA di wilayah tersebut," imbuhnya.

Tak hanya menggenangi jalur kereta, air juga menggenangi area pelananan penumpang di Stasiun Tawang. Akibatnya, penumpang yang hendak boarding dialihkan ke area pintu keluar stasiun.

kumparan post embed

Saat ini, kata Ixfan, pihaknya masih berupaya menormalisasi jalur kereta api maupun area layanan Stasiun Semarang Tawang. PT KAI juga telah mengerahkan sarana penolong dan petugas untuk memperbaiki jalur yang terdampak banjir.

"Kami atas nama Manajemen KAI mengucapkan permohonan maaf kepada para pelanggan karena terganggunya perjalanan dan pelayanan kereta api akibat banjir yang terjadi wilayah Semarang, Kendal dan sekitarnya," pungkasnya.