4 Orang Ditemukan Tewas Dalam Kapal Tongkang di Semarang

Empat orang laki-laki ditemukan sudah tidak bernyawa di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Minggu, (28/7) sekitar pukul 22.00 WIB.
Mereka tewas di main hold atau tangki air di dalam Kapal Tongkang Zulkifli 2, yang sedang dalam perbaikan di PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari, Jalan Asahan Pelabuhan Semarang.
Informasi yang dihimpun, empat orang korban yaitu, Mardjono (61), warga Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat dan tiga korban lainnya merupakan warga Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, masing-masing bernama Lamani (32) dan Muhammad Nur Huda (22). Satunya diketahui dengan nama panggilan Jadi (33).
Salah satu penjaga malam proyek bangunan yang berdekatan dengan sandar kapal tongkang 'Zulkifli 2', Andi, mengatakan, kejadian ini diketahui oleh seorang sekuriti PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari, yang sedang melakukan pengecekan di kapal tersebut.
"Tadinya empat orang itu kan kerja dari pukul 08.00 WIB, biasanya jam 21.00 WIB sudah selesai kok belum kelihatan turun. Kemudian dicek oleh sekuriti, tidak ditemukan satu orang pun," ungkap Andi di lokasi kejadian, Senin (29/7).
Karena penasaran, saksi kemudian meminta bantuan kepada warga sekitar untuk mencari keempat korban. Saat mengecek ruang main hold itu para saksi mendapati empat orang tersebut sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
"Ditemukan di dalam main hold, di dalam kapal tongkang itu. Ketemunya sudah meninggal semua," bebernya.
Temuan ini kemudian dilaporkannya ke pihak petugas Kepolisian Pelabuhan Tanjung Emas (KPTE) Semarang, dan diteruskan ke unit Inafis Polrestabes Semarang untuk dilakukan identifikasi.
Pihak Basarnas Jateng yang mendapat laporan ini juga turut datang ke lokasi kejadian untuk melakukan proses evakuasi empat korban tersebut. Proses evakuasi berlangsung hingga pukul 02.55 WIB.
Kepala Basarnas Jateng Aris Sofingi mengatakan, upaya evakuasi berlangsung selama 2 jam dibantu tim SAR gabungan di antaranya Polair dan KPLP.
Evakuasi terkendala kondisi kapal tongkang yang berdiameter palka kurang lebih 45 cm, kedalaman 5 meter, panjang 100 meter, dan lebar 50 meter tersebut masih mengeluarkan aroma gas beracun.
"Di ruang palka yang sempit masih tercium bau gas beracun yang sangat menyengat, sehingga cukup membahayakan para rescuer yang turun evakuasi sehingga mereka kami bekali SCBA," tegasnya.
Dugaan sementara, keempat pekerja itu tewas karena menghirup gas beracun yang ada di dalam ruang palka tersebut. Saat ini korban dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang guna keperluan penyelidikan lebih lanjut.
