4 Paslon yang Berlaga di Pilgub Jabar 2018

Drama pendaftaran gubernur dan wakil gubernur di Jawa Barat akhirnya menghasilkan empat pasangan calon yang akan berlaga. Setelah melalui proses yang alot, seluruh parpol kini sudah mengumumkan secara resmi siapa yang akan didukung.
Tidak hanya masalah perebutan koalisi, drama pencabutan dukungan pun beberapa kali mewarnai awal Pilgub Jabar 2018. Bahkan, salah satu paslon, baru ditetapkan secara mendadak hanya beberapa jam sebelum deklarasi dukungan.
Berikut keempat paslon yang akan maju ke pilgub Jabar 2018.
1. Sudrajat - Ahmad Syaikhu

Mantan Kapuspen TNI Mayjen TNI (Purn) Sudrajat resmi maju sebagai cagub dengan menggandeng Ahmad Syaikhu sebagai wakilnya. Keduanya didukung oleh koalisi Gerindra, PKS, dan PAN dengan total kursi sebanyak 27.
Awalnya, Ahmad Syaikhu dipasangkan dengan Deddy Mizwar. Namun, pasangan Deddy Mizwar - Ahmad Syaikhu kemudian ditentang oleh Gerindra karena dianggap hampir tidak pernah berkomunikasi dengan DPP Gerindra Jabar secara formal.
Posisi Ahmad Syaikhu sebagai cawagub juga sempat digoyang oleh PAN. Meski, pada akhirnya, PAN tetap mengusung Ahmad Syaikhu yang kemudian dipasangkan dengan Sudrajat.
2. Deddy Mizwar - Dedi Mulyadi

Deddy Mizwar awalnya maju sebagai cagub yang didukung oleh Demokrat, Gerindra, PKS dan PAN dengan Ahmad Syaikhu sebagai pasangannya. Namun, di menit-menit terakhir, koalisi Gerindra-PKS-PAN membatalkan dukungan bagi Deddy Mizwar. Mereka mengalihkan pilihan ke Sudrajat-Syaikhu.
PKS menarik dukungannya dari Deddy Mizwar karena adanya kontrak politik antara Deddy Mizwar dengan Partai Demokrat. Dari pakta intergritas yang diunggah oleh Hidayat Nur Wahid di akun twitternya. Dalam kontrak politik itu, disebutkan Deddy Mizwar akan menggerakkan mesin partai untuk memenangkan Capres dan Cawapres yang diusung Demokrat pada 2019. Inilah yang membuat PKS keberatan.
Namun, Deddy Mizwar akhirnya tetap maju dengan menggandeng calon baru, Dedi Mulyadi. Keduanya diusung oleh Partai Golkar dan Demokrat. Dedi Mulyadi sendiri awalnya digadang-gadang akan menjadi cagub di Pilgub Jabar 2018 mendatang. Namun batal karenaa Golkar malah mendukung Ridwan Kamil.
Setelah ada pergantian Ketum Golkar dari Setya Novanto ke Airlangga Hartarto, rekomendasi untuk Ridwan Kamil dicabut. Golkar kembali mengusung Dedi Mulyadi sebagai cagub atau cawagub.
Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi kini resm maju dengan didudukung Partai Golkar dan Partai Demokrat yang memiliki total 27 kursi di Jawa Barat.
3. Ridwan Kamil - Uu Ruzhanul Ulum

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil awalnya sempat mengantongi dukungan dari PDIP. Sejumlah petinggi menyebut nama Emil sebagai kandidat utama. Namun, di hari deklarasi cagub-cawagub, PDIP mencabut dukungannya dari Ridwan Kamil tepat satu hari sebelum pendaftaran di KPU dibuka.
Meski demikian, Ridwan Kamil tetap mengantongi dukungan dari empat partai yaitu PKB, PPP, Nasdem, dan Hanura. Saat pemilihan wakil, keempat partai pengusung pun berlomba-lomba menyodorkan kadernya masing-masing.
PPP dan PKB sempat tegang karena PKB menyodorkan nama Maman Imanulhaq sebagai cawagub bagi Ridwan Kamil. Meski, pagi ini akhirnya Ridwan Kamil secara resmi mengumumkan akan menggaaet Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum sebagai wakilnya.
4. TB Hasanuddin - Anton Charliyan

Usai menarik dukungan dari Ridwan Kamil, PDIP memutuskan mengusung kadernya sendiri, TB Hasanuddin, sebagai cagub Jabar. Pemilihan tersebut terkesan mendadak karena TB Hasanuddin mengaku baru mendapatkan mandat saaat diminta datang ke kediaman Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Sabtu (6/1) malam.
Keputusan mendadak tersebut juga berlaku bagi cawagub Jabar yang ditunjuk PDIP, Wakalemdikpol Irjen Pol Anton Charliyan. Nama keduanya pun baru diumumkan secara resmi pada pagi tadi bersama dengan 5 pasangan calon di 5 daerah pemilihan lainnya.
