4 Prajurit TNI yang Gugur Akibat Jatuhnya Tucano Akan Peroleh Kenaikan Pangkat
·waktu baca 1 menit

Empat prajurit TNI AU yang gugur dalam kecelakaan 2 pesawat Super Tucano di Pasuruan dan Probolinggo, Jawa Timur, telah disemayamkan di Lanud Abdulrahman Saleh, Malang.
Kadispen TNI AU Marsekal Pertama TNI R. Agung Sasongkojati mengatakan, pihaknya mengadakan upacara pelepasan untuk empat jenazah.
"Empat dari jenazah sudah disemayamkan di skadron ini. Sementara rencananya kita akan melaksanakan upacara pelepasan militer untuk jenazah, yang mana untuk Irupnya (Inspektur Upacara) masih belum dipastikan," ujar Agung, Jumat (17/11).
Agung menjelaskan, TNI AU akan memberikan kenaikan pangkat kepada empat prajurit yang gugur itu.
Dan apabila mereka benar diberi kenaikan pangkat, maka upacara akan dipimpin oleh Wakil Kepala Staff Angkatan Udara (Wakasau), Marsdya TNI A. Gustaf Brugman.
"Kalau seandainya berhasil mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa maka Irup adalah Wakil Kepala Staf Angkatan Udara, sedangkan bila tidak, masih ditentukan kemudian," jelasnya.
Berikut identitas 4 awak dua pesawat Super Tucano:
1. Pesawat Super Tucano TT 3111 (jatuh di Probolinggo)
Pilot: Letkol Sandhra Gunawan di kursi depan
Kolonel ADM Widiono di kursi belakang
2. Pesawat Super Tucano TT 3103 (jatuh di Pasuruan)
Pilot: Mayor Penerbang Yuda A Sutha
Kolonel Penerbang Subhan di kursi belakang
