4 Putra El Chapo dan 2 Perusahaan China Terlibat Jaringan Narkoba di AS

15 April 2023 11:43 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ovidio Guzman ditahan di Culiacan pada 17 Oktober 2019.  Foto: CEPROPIE/AP
zoom-in-whitePerbesar
Ovidio Guzman ditahan di Culiacan pada 17 Oktober 2019. Foto: CEPROPIE/AP
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Amerika Serikat meluncurkan kampanye pemberantasan penyalahgunaan narkoba opioid sintetis jenis fentanyl pada pekan ini.
ADVERTISEMENT
Dalam sindikat pengedaran narkoba mematikan tersebut, empat putra dari gembong narkoba terkenal asal Meksiko Joaquin ‘El Chapo’ Guzman dan dua perusahaan pemasok fentanyl dari China menjadi target penyelidikan otoritas AS.
Dikutip dari AFP, pelaksanaan kampanye anti-narkoba ini dikonfirmasi oleh Jaksa Agung Merrick Garland dari Kementerian Kehakiman AS pada Jumat (14/4).
“Hari ini Kementerian Kehakiman mengumumkan tindakan penegakan hukum yang signifikan terhadap operasi perdagangan fentanyl terbesar, paling kejam, dan paling produktif di dunia,” ujar Garland.
“Pemerintah Amerika Serikat menggunakan semua kemampuan yang dimilikinya untuk memerangi epidemi fentanyl,” imbuhnya.
Dalam lima kasus terkait penyalahgunaan fentanyl yang diajukan di tiga pengadilan federal, Kementerian Kehakiman AS menyebut keempat anak El Chapo yang dikenal sebagai ‘Chapitos’ dan Kartel Sinaloa yang diwarisi oleh sang ayah sebelum dipenjara di AS, menjadi pihak yang memegang peran kunci.
ADVERTISEMENT
Chapitos dan Kartel Sinaloa ini disebut sebagai sumber utama pasokan opioid sintetis yang sekarang disalahkan atas ratusan kematian akibat overdosis setiap harinya di penjuru AS.
Ilustrasi pengguna narkoba. Foto: Infinity Time/Shutterstock
Tak berhenti di situ, Kementerian Kehakiman AS juga menjatuhi sanksi terhadap dua perusahaan farmasi asal China yang diduga menjual bahan kimia kepada Kartel Sinaloa guna memproduksi fentanyl.
Dua perusahaan tersebut antara lain Wuhan Shuokang Biological Technology dan Suzhou Xiaoli Pharmatech — keduanya diduga memasok bahan-bahan baku fentanyl ke Kartel Sinaloa, padahal mereka tahu bagaimana bahan tersebut akan digunakan. Empat warga negara China yang terlibat dalam penjualan obat terlarang itu juga disebutkan dalam satu dakwaan.
Secara keseluruhan, Garland menyebut 28 nama dalam lima kasus yang diajukan di tiga pengadilan federal New York, Chicago, dan Washington.
ADVERTISEMENT
Di antara nama itu termasuk empat putra El Chapo — Ivan Guzman Salazar, Jesus Guzman Salazar, Joaquin Guzman Lopez, dan Ovidio Guzman Lopez, mereka dijuluki Chapitos.
Kementerian Kehakiman mengatakan, keempatnya — terutama si putra bungsu Ovidio Guzman atau ‘El Rato’, menjadi pihak yang mempelopori fentanyl di AS sejak 2014. Dari hasil penjualan obat terlarang itu, Ovidio meraup untung senilai jutaan dolar.
Sebuah truk derek mengangkut rongsokan truk patroli polisi yang terbakar, sehari setelah orang-orang bersenjata kartel bentrok dengan pasukan federal di Culiacan, di negara bagian Sinaloa , Meksiko (18/10/2019). Foto: REUTERS/Stringer
Sebenarnya, keluarga El Chapo telah didakwa dalam kasus narkoba di AS dan baik El Chapo maupun Ovidio, keduanya telah menjadi tahanan AS. El Chapo didakwa penjara seumur hidup sejak penangkapannya di tahun 2109 dan Ovidio berhasil ditangkap pada Januari 2023 lalu.
Meski demikian, kasus-kasus baru ini menggambarkan masih meluasnya peredaran fentanyl sekaligus membuktikan bahwa penangkapan Ovidio maupun El Chapo belum menumpas tuntas sindikat peredaran fentanyl di AS.
ADVERTISEMENT
Dalam melaksanakan kampanye pemberantasan fentanyl, otoritas AS mengaku telah bekerja sama dengan pemerintah Meksiko, termasuk mengupayakan ekstradisi para terdakwa.
“Delapan dari mereka yang didakwa telah ditahan oleh pemerintah asing dan Amerika Serikat akan mengupayakan ekstradisi mereka,” jelas Garland.
Pada saat bersamaan, Kementerian Luar Negeri AS mengumumkan imbalan sebesar USD 10 juta (Rp 148 miliar) bagi mereka yang dapat membantu penangkapan Jesus dan Ivan Guzman.
Pihaknya juga mengumumkan imbalan sebesar USD 1 juta (Rp 15 miliar) untuk penangkapan dua warga negara China yang terlibat dalam perdagangan bahan baku fentanyl.
“Beijing harus menghentikan aliran bahan kimia prekursor fentanyl yang tidak terkendali yang keluar dari China,” tegas Garland.