4 Ruangan MA NW Mua’allimin Anjani Lombok Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

Empat ruangan di Madrasah Aliyah (MA) Nahdlatul Wathan (NW) Mua’allimin Anjani, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), terbakar pada Minggu (23/8) sekitar pukul 21.30 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Empat ruangan yang terbakar terdiri atas tiga ruang asrama santri dan satu ruang laboratorium.
"Kejadiannya tadi sekitar jam 9 [malam], yang terbakar ada empat ruangan inap, ruang asrama dari santri," terang M. Zuhri, guru MA Mua’allimin NW Anjani, saat ditemui di lokasi kejadian.
Zuhri mengatakan, informasi awal yang diterimanya dari para santri menyebut api bermula dari kabel listrik yang terbakar dan kemudian merembet ke bangunan lain.
"Kata adik-adik itu (santri) sumber ledakannya dari listrik, ada arus pendek kayaknya," katanya.
Menurut Zuhri, bangunan yang terbakar merupakan bangunan lama. Ia menduga kondisi jaringan listrik yang sudah lama tidak diperiksa dapat menjadi salah satu faktor pemicu kebakaran.
"Ke depan mungkin kita periksa dulu penyebab arus pendek ini, kabelnya juga karena ini bangunan lama tidak pernah di cek kembali bagaimana mungkin apakah ada bekas tikus sehingga itu yang menyatu sehingga itu yang menyebabkan percikan api," ujarnya.
Sebanyak empat armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Lombok Timur berhasil memadamkan kebakaran sekitar 40 menit setelah kejadian.
Sementara kepolisian mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dengan memasang garis polisi. Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti di lokasi untuk mengetahui penyebab kebakaran.
"Untuk penyebab kebakaran belum bisa kita simpulkan, saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh tim, Untuk korban jiwa tidak ada," terang Kapolres Lotim AKBP Ariakta Gagah Nugraha.
Ariakta mengimbau seluruh pondok pesantren yang banyak dihuni santri untuk lebih memperhatikan instalasi listrik dan menghindari penggunaan sumber api yang dapat memicu kebakaran.
"Terus kemudian juga untuk para siswa juga bisa disiplin, mungkin apabila ada yang menyalakan api, baik itu lilin atau lain sebagainya, bisa sama-sama saling mengingatkan," pungkasnya.
