4 Tokoh yang Bisa Gantikan Shigeru Ishiba sebagai PM Jepang Baru, Siapa Saja?

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba berbicara kepada media di markas besar Partai Demokratik Liberal (LDP), Minggu (27/10/2024). Foto: Takashi Aoyama/Pool via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba berbicara kepada media di markas besar Partai Demokratik Liberal (LDP), Minggu (27/10/2024). Foto: Takashi Aoyama/Pool via REUTERS

Shigeru Ishiba memutuskan untuk mundur sebagai perdana menteri Jepang. Ekonomi Jepang yang terpuruk menjadi salah satu alasan keputusan ini diambil Ishiba.

Ishiba pun telah menginstruksikan kepada Partai Demokrat Liberal (LDP) untuk mengadakan pemilihan kepemimpinan darurat.

"Saya ingin menyerahkan tongkat estafet kepada generasi berikutnya," kata Ishiba, Minggu (7/9).

Ekonom dari Meiji Yasuda Research Institute, Kazutaka Maeda, mengatakan mundurnya Ishiba sebagai perdana menteri tidak terelakkan.

"Mengingat tekanan politik yang meningkat terhadap Ishiba setelah kekalahan LDP berulang kali di pemilu, pengunduran dirinya tak terelakkan," kata Maeda, dikutip dari Asahi Shimbun, Senin (8/9).

Ishiba ingin menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan partai dan Jepang kepada generasi baru. Namun, kira-kira siapa sosok potensial yang akan menggantikan Ishiba?

1. Sanae Takaichi

Sanae Takaichi. Foto: Takashi Aoyama / POOL / AFP

Pasar Jepang saat ini fokus pada kemungkinan Ishiba digantikan oleh sosok yang mendukung kebijakan fiskal dan moneter yang lebih longgar. Tokoh yang dinilai cocok dengan deskripsi ini adalah Sanae Takaichi, politisi veteran LDP yang mengkritik kenaikan suku bunga Bank Jepang.

Takaichi kalah tipis dari pemilihan pemimpin LDP tahun lalu. Ia juga dikenal sebagai sosok konservatif dan sering mengunjungi Kuil Yasukuni untuk menghormati korban perang. Kuil Yasukuni merupakan kuil yang dipandang oleh sejumlah negara Asia sebagai simbol militerisme masa lalu.

2. Shinjiro Koizumi

Mantan menteri lingkungan hidup Jepang, Shinjiro Koizumi. Foto: Takashi Aoyama / POOL / AFP

Koizumi merupakan anak dari mantan perdana menteri Junichiro Koizumi. Dikutip dari Reuters, jika Koizumi terpilih jadi perdana menteri, maka dia akan menjadi perdana menteri termuda di era modern.

Sama seperti Takaichi, Koizumi juga mencalonkan diri dalam pemilihan pemimpin LDP tahun lalu. Ia menampilkan dirinya sebagi seorang reformis yang mampu memulihkan kepercayaan publik terhadap partai yang dilanda skandal.

Tidak seperti Takaichi yang meninggalkan pemerintahan usai kalah dalam pemilihan pemimpin partai tahun lalu, Koizumi tetap dekat dengan Ishiba sebagai menteri pertanian.

Koizumi juga merupakan lulusan Columbia University.

3. Yoshimasa Hayashi

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshimasa Hayashi. Foto: Toshifumi Kitamura/AFP

Hayashi merupakan Kepala Sekretaris Kabinet Jepang sejak era mantan perdana menteri Fumio Kishida. Posisi yang dipegang Hayashi ini sangat penting, dan dia juga merangkap sebagai juru bicara pemerintah.

Hayashi telah memegang berbagai jabatan penting seperti menteri pertahanan, menteri luar negeri, dan menteri pertanian. Dia juga sering ditunjuk sebagai pejabat sementara jika ada pejabat petahanan yang mengundurkan diri.

Hayashi dikenal fasih berbahasa Inggris dan pernah bekerja untuk perusahaan dagang Mitsui & Co. Dia lulusan Harvard Kennedy School dan pernah jadi staf Perwakilan AS Stephen Neal dan Senator William Roth Jr.

Hayashi juga pernah mencalonkan diri dalam pemilihan pemimpin partai pada 2012 dan 2024.

4. Toshimitsu Motegi

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Liberal (LDP), Toshimitsu Motegi. Foto: Takashi Aoyama / POOL / AFP

Motegi merupakan mantan luar negeri Jepang dan memiliki reputasi sebagai negosiator yang tangguh dan menangani perundingan dengan Perwakilan Perdagangan AS Robert Lightizer di masa jabatan pertama Presiden Donald Trump.

Motegi menjabat sebagai menteri perdagangan, menteri ekonomi, dan Sekjen LDP. Dia merupakan lulusan Harvard Kennedy School, bekerja di surat kabar Yomiuri dan perusahaan konsultan McKinsey sebelum 'banting setir' ke dunia politik pada 1993.

Dikutip dari The Japan Times, Motegi menjadi politisi LDP pertama yang mengumumkan akan mencalonkan diri sebagai pemimpin partai menggantikan Ishiba.

"Saya memutuskan untuk mencalonkan diri dalam pemilihan pemimpin LDP," kata Motegi.

"Sulit untuk menarik (LDP) keluar dari kesulitan ini. Dengan pengalaman yang saya miliki di partai dan pemerintah, saya ingin mengabdi kepada negara dengan segenap kemampuan saya," katanya lagi.