4 Warga Israel Tewas dalam Penembakan di Permukiman Yahudi, Tepi Barat

21 Juni 2023 14:32 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Petugas keamanan di lokasi dugaan serangan penembakan Palestina yang menewaskan empat orang di dekat pemukiman Yahudi, di Tepi Barat yang diduduki Israel, 20 Juni 2023. Foto: Ammar Awad/REUTERS
ADVERTISEMENT
Sebanyak empat warga Israel tewas dan empat lainnya luka-luka dalam aksi penembakan massal di sebuah permukiman Yahudi di Eli, Tepi Barat yang diduduki, pada Selasa (20/6).
ADVERTISEMENT
Dikutip dari CNN, juru bicara tim penyelamat Zaka, Moti Bukchin, mengatakan serangan terjadi di sebuah restoran dekat pom bensin ketika dua orang pria bersenjata menembaki warga yang berada di sana.
"Orang-orang bersenjata itu kemudian keluar dari restoran dan secara fatal menembak seorang warga sipil yang sedang mengisi bahan bakar mobilnya di pom bensin," jelas Bukchin.
Dalam sebuah pernyataan gabungan, Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) dan Badan Keamanan Israel (Israel Security Agency/ISA) mengkonfirmasi terjadinya peristiwa itu.
Kedua lembaga juga mengkonfirmasi kedua pelaku penembakan telah ditembak mati di lokasi kejadian. "Salah satu tersangka penembak tewas di tempat kejadian oleh seorang warga sipil, dan yang kedua dibunuh oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan Badan Keamanan Israel setelah mereka melacak mobil yang ditumpanginya," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Juru bicara IDF, Mayor Nir Dinar, menjelaskan tiga dari empat warga Israel yang tewas diidentifikasi sebagai pemukim setempat. Mereka adalah Elisha Antman (18 tahun) dan Ofer Fierman (63 tahun) dari Eli, serta Harel Masoud (21 tahun) dari Yad Binyamin.
Petugas keamanan bekerja di lokasi dugaan serangan penembakan Palestina yang menewaskan empat orang di dekat pemukiman Yahudi di Tepi Barat yang diduduki Israel, 20 Juni 2023. Foto: REUTERS/Ammar Awad
Sementara keempat korban luka lainnya, menurut tim penyelamat Magen David Adom (MDA), dilarikan ke rumah sakit di Yerusalem atau Petach Tikva.
Pihak IDF dalam pernyataannya mengaku tidak memiliki informasi intelijen yang memperingatkan soal serangan itu sebelum terjadi.

Operasi Komando yang Heroik

Secara terpisah, kelompok militan pro-Palestina penguasa Jalur Gaza, Hamas, mengeklaim bahwa kedua penyerang yang ditembak mati oleh militer Israel adalah anggotanya.
Hamas menilai serangan itu adalah tanggapan yang wajar atas baku tembak besar-besaran yang terjadi sehari sebelumnya antara pasukan Israel dan warga Palestina di Jenin pada Senin (19/6).
ADVERTISEMENT
Serangan pasukan penjajah Israel di Jenin banyak mendapat kecaman, antara lain dari Turki, Yordania, Mesir, Arab Saudi, dan OKI.
Juru bicara Hamas, Tariq Selmi, memuji aksi penembakan massal di permukiman Yahudi di Eli sebagai 'operasi komando yang heroik'.
Dia juga menegaskan bahwa warga Palestina hanya menggunakan hak yang sah untuk membela diri.
Hamas mengatakan, kedua penyerang diidentifikasi sebagai Shehadeh (26 tahun) dan Khaled Sabbah (24 tahun). Keduanya adalah warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pasukan Israel sedang berusaha di lapangan untuk "menyelesaikan tuntutan" terhadap para penyerang.
"Mereka yang telah menyerang kami ada di kuburan atau di penjara, dan mereka akan berada di sini," ujar Netanyahu, seperti dikutip dari AFP.
ADVERTISEMENT