4 WN China Ditangkap Polisi Usai Bobol Brankas 4 Pabrik, Gasak Uang Miliaran
10 November 2025 20:22 WIB
·
waktu baca 2 menit
4 WN China Ditangkap Polisi Usai Bobol Brankas 4 Pabrik, Gasak Uang Miliaran
Mereka merupakan komplotan spesialis pembobol brankas di kawasan industri dan pabrik di Indonesia.kumparanNEWS

ADVERTISEMENT
Empat warga negara asing (WNA) asal China dibekuk tim Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang. Mereka merupakan komplotan spesialis pembobol brankas di kawasan industri dan pabrik di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Keempat orang itu ditangkap di Jalan Brigjend Katamso, Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Senin (3/11), sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka disinyalir melakukan tindak kejahatan tersebut di sejumlah tempat.
Para pelaku sebelumnya memasuki Indonesia pada 23 Oktober 2025 melalui Jakarta, dan mulai bergerak menuju Semarang pada 25 Oktober 2025.
Aksi pertama dilakukan di sebuah pabrik di Kawasan Industri Candi Ngaliyan, Kota Semarang pada 29 Oktober 2025. Dari tempat itu mereka berhasil membobol brankas dan menjarah uang yang disimpan.
Keesokan harinya, komplotan itu membobol brankas di sebuah pabrik Kawasan Industri Wijaya Kusuma Kecamatan Tugu pada 30 Oktober 2025. Mereka membawa kabur uang dalam brankas perusahaan.
Tak berhenti sampai di situ, pada 31 Oktober 2025, para pelaku membobol dua pabrik di wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang. Namun, satu aksi di antaranya gagal.
ADVERTISEMENT
Komplotan itu lalu bergeser ke wilayah Prambanan, Klaten pada 2 November 2025. Mereka berhasil membobol brankas dan menggondol uang hingga hampir Rp 1 miliar.
Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena membenarkan pengungkapan kasus tersebut. Pihaknya masih melakukan pendalaman lantaran komplotan itu beraksi di banyak tempat.
"Iya, benar. Sekarang sudah kita lakukan penahanan, masih kita dalami dulu karena ada beberapa TKP," ujar Andika saat dikonfirmasi wartawan, Senin (10/11).
Dalam proses pendalaman, pihaknya bahkan menghadirkan penerjemah karena para pelaku tidak dapat berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia.
"Ini masih kita dalami dulu, maksud dan tujuannya mereka ke Semarang, karena mereka dari luar juga, makanya kita dalami dulu. Nanti kita rilis," kata Andika.
