4 WNI Ini Punya Prestasi Luar Biasa di Selandia Baru

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dubes RI untuk Selandia Baru, Samoa dan Kerajaan Tonga, Tantowi Yahya. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Dubes RI untuk Selandia Baru, Samoa dan Kerajaan Tonga, Tantowi Yahya. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Tak hanya di negara sendiri, banyak warga negara Indonesia turut menorehkan prestasinya di negeri orang; salah satunya adalah Selandia Baru.

Dalam diskusi virtual yang bertajuk “Kisah Sukses Diaspora Indonesia di Selandia Baru”, Kedutaan Besar RI di Wellington mengundang empat WNI yang menyumbang prestasi di bidang yang berbeda-beda.

Mereka adalah Reza Abdul Jabbar, Aditya Gusman, Reynold Tagore, dan Ki Joko Susilo. Diskusi pada Senin (9/8) itu membawakan cerita dan kontribusi keempatnya dalam mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Nama Reza Abdul Jabbar sudah tak asing lagi di telinga masyarakat. Reza adalah petani dan peternak sapi asal Pontianak, Kalimantan Barat. Berbagai produk olahan dari sapi, seperti susu dan daging sapinya sukses menarik hati warga Selandia.

Produk olahan peternakan Reza terkenal karena pengolahannya mengikuti syariat Islam, dengan kehalalan menjadi kuncinya.

Reza Abdul Jabbar (kanan) dan walikota Invercargill Tim Shadbolt. Foto: Dok. Istimewa

Menurut Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, produk-produk susu dari peternakan Reza bahkan sudah lama menjadi pilar dari ekspor Selandia Baru.

Sedangkan Aditya Gusman adalah seorang pakar gempa dan tsunami di GNS Science, Selandia Baru, sejak tahun 2018. Aditya merupakan doktor di bidang Seismologi yang lulus dari Hokkaido University, Jepang.

instagram embed

Sudah ada lebih dari 100 artikel ilmiah oleh Aditya yang terpublikasi. Penelitian soal tsunami yang ia lakukan bersama rekan-rekannya mencakup tsunami di Jepang, Indonesia, Selandia Baru, Chile, Meksiko, hingga Afrika.

Prestasinya ini mengantarkan Aditya sebagai seorang pakar yang sangat diandalkan oleh Pemerintah Selandia Baru.

embed from external kumparan

Sementara Reynold Tagore adalah seorang seniman yang menorehkan prestasinya sebagai seorang texture artist. Tangan Reynold lihai dalam membentuk patung-patung dan digital modeling dengan detail yang sangat rapi.

Reynold kini menjadi seniman andalan di WETA Digital Selandia Baru. WETA Studio sendiri telah bekerja dengan berbagai film-film besar di Amerika Serikat.

Karya Reynold bersama WETA Digital telah terpampang di banyak film box office, seperti Iron Man 3, The Hobbit, Batman and Superman: Dawn of Justice, hingga Furious 7.

Ilustrasi pagelaran wayang Foto: Dok. Kemenparekraf

Seorang dalang wayang kulit asal Indonesia, Ki Joko Susilo, juga telah mengharumkan nama Indonesia di Selandia Baru, bahkan hingga ke negara-negara lainnya.

Pria kelahiran tahun 1963 di Mojopuro, Jawa Tengah, ini menyambangi Selandia Baru pada tahun 1993. Ia kerap melakukan pementasan di Selandia Baru, Eropa, dan juga Amerika Serikat. Salah satu pementasan internasional yang sangat terkenal adalah pementasan wayang kulit dan gamelan di Kennedy Center, Washington D.C, pada tahun 2004 silam.

Ki Joko Susilo memiliki gelar doktor pada disiplin ilmu Etnomusikologi dari University of Otago, Selandia Baru. Tak sedikit ia berkesempatan menjadi dosen tamu di universitas di berbagai negara; mulai dari Indonesia, Inggris, Selandia Baru, hingga AS.