40 Personel Polisi Amankan Lokasi Ledakan Ruko di Tangsel, 2 Orang Tewas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, usai terjadi ledakan keras pada Rabu (14/10/2026) malam. Foto: Zahira Hilman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, usai terjadi ledakan keras pada Rabu (14/10/2026) malam. Foto: Zahira Hilman/kumparan

Sebanyak 40 personel gabungan dari Brimob, Polres Tangerang Selatan, dan Polsek Ciputat Timur untuk mengamankan lokasi ledakan di kawasan Pasar Cimanggis, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Kamis (15/10) pagi.

Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan, pengamanan dilakukan untuk menjaga tempat kejadian perkara (TKP) tetap steril. Warga maupun pemilik ruko dilarang memasuki area terdampak karena kondisi bangunan masih labil.

“Pagi ini kami siapkan ada 40 personel dari Brimob, Polres dan dari Polsek untuk mengamankan situasi status quo,” kata Bambang saat dikonfirmasi, Kamis (15/10).

Bambang mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri memasuki area yang telah disterilkan, termasuk untuk mengambil barang berharga dari dalam ruko.

“Jangan sampai ada warga atau pemilik ruko yang di situ yang memaksa masuk untuk menyelamatkan harta bendanya karena situasi bangunan dalam kondisi labil. Kami imbau masyarakat untuk tidak memasuki area yang sudah disterilkan,” ujarnya.

Ia mengatakan, polisi berencana melakukan olah TKP lanjutan pada Kamis untuk mendukung penyelidikan. Sebelumnya, petugas telah mengevakuasi korban dan melakukan pemeriksaan awal pada Rabu (14/10) malam.

“Iya, rencana hari ini juga akan dilakukan olah TKP lanjutan mengingat dengan suasana situasi yang terang. Tadi malam kan masih gelap,” ucap Bambang.

Kondisi Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, usai terjadi ledakan keras pada Rabu (14/10) malam. Foto: Zahira Hilman/kumparan

Menurut Bambang, penanganan pada malam kejadian berfokus pada pengamanan lokasi, evakuasi korban, serta penyisiran untuk memastikan tidak ada korban yang belum ditemukan.

“Yang pasti tadi malam itu kan ada evakuasi dan olah TKP juga. Yang pasti kami mengamankan situasi, yang pertama. Untuk tetap status quo. Yang kedua, kami menyelamatkan korban, masyarakat yang masih hidup. Menyisir lokasi, jangan sampai ada korban lagi yang tidak kita ketahui,” tuturnya.

“Intinya keselamatan masyarakat itu adalah hukum yang tertinggi,” lanjut Bambang.

Salah seorang warga terdampak, Narno, mengatakan ledakan terjadi sesaat setelah waktu Magrib pada Rabu malam. Saat itu, ia sedang berada di rumah dan menonton televisi sebelum mendengar suara dentuman keras yang disusul pemadaman listrik.

“Kejadiannya saat itu kan habis Magrib. Habis Magrib itu ya saya masuk, ya nonton TV lah. Tahu-tahu dengar-dengar itu ledakan itu emang super-super dahsyat ledakan itu, Pak. Udah habis itu keluar, kan mati lampu langsung,” kata Narno.

Narno, yang memiliki usaha perabotan di sekitar lokasi, mengatakan tiga kios mengalami kerusakan cukup parah. Atap bangunan dan sejumlah barang dagangan ikut terdampak ledakan.

“Itu warung dagangan itu atap, semua barang-barang ya lumayan parah. Atap semua atap, tiga kios, hancur semua,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bangunan ruko di kawasan tersebut digunakan untuk berbagai jenis usaha, mulai dari usaha yang berkaitan dengan gas LPG dan penjualan buah-buahan hingga perlengkapan dapur dan peralatan kebugaran.

Namun, Narno mengaku tidak mengetahui secara pasti jenis usaha maupun aktivitas di seluruh ruko yang terdampak.

Narno memastikan dirinya dan keluarganya selamat dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, ia mengaku mendengar informasi mengenai korban sejak malam kejadian.

“Yang saya dengar semalam itu ada enam, cuman pagi ini itu lebih gitu katanya. Meninggal dua ya, Pak ya? Dua. Sementara dengar masih dua, cuman ya mudah-mudahan nggak ada korban lagi,” tuturnya.

Berdasarkan keterangan awal kepolisian, dua orang meninggal dunia akibat ledakan tersebut. Bambang menyebut satu korban merupakan warga Pondok Pinang, Jakarta Selatan, sedangkan korban lainnya berasal dari Pamulang Timur, Tangerang Selatan.

“Korban meninggal ada dua, satu warga Pondok Pinang, Jakarta Selatan dan satu lagi warga Pamulang Timur, Tangerang Selatan,” terang Bambang.

Sementara itu, sekitar 11 orang dilaporkan mengalami luka-luka berdasarkan data awal yang disampaikan sebelumnya. Jumlah korban masih perlu dikonfirmasi dan diperbarui sesuai hasil pendataan terbaru petugas.

Polisi juga menyatakan ledakan tersebut bukan berasal dari bom. Petugas menemukan tabung etilen berkapasitas 52 kilogram di lokasi kejadian. Namun, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan.

Hingga Kamis pagi, polisi masih mengamankan area terdampak dan merencanakan olah TKP lanjutan untuk mengungkap penyebab ledakan serta memastikan kondisi lokasi aman.