400 Mahasiswa yang Positif HIV/AIDS Semua Berdomisili di Bandung

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung Sis Silvia Deri. Foto: ANTARA
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung Sis Silvia Deri. Foto: ANTARA

Ketua Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung Sis Silvia Deri mengatakan 400 mahasiswa yang positif HIV/AIDS semuanya berdomisili di Bandung.

Silvia tidak menjelaskan sebaran kampus mana saja mahasiswa itu. Karena, identifikasi hanya berdasarkan data dari kartu tanda penduduk (KTP).

"Untuk data mahasiswa yang 400 tadi itu KTP Bandung dan domisili di Bandung semua. Nah, mahasiswanya orang mana, pokoknya mah domisilinya di Bandung saja. Mahasiswa mana? Nggak tahu," ujar Silvia saat dihubungi, Jumat (26/8).

kumparan post embed

"Karena kalau kita tes kesehatan nggak detail sampai ke kuliah di mana, enggak. Cuma pekerjaannya apa yang ada di KTP dan tertera mahasiswm, kan tertulis dilaporkan mahasiswa," lanjut Silvia.

Heteroseksual Tertinggi

Lebih lanjut, Silvia mengatakan faktor tertinggi penularan HIV/AIDS di kalangan mahasiswa adalah terkait hubungan seksual dengan lawan jenis atau heteroseksual.

Tertingginya heteroseksual ya, 39,52 persen itu karena heteroseksual. Dan untuk yang heteroseksual ini tiap tahun naik 2 sampai 3 persen.

-Sis Silvia Deri

Silvia mengatakan institusinya dan Pemkot Bandung sudah berjibaku menanggulangi penularan HIV/AIDS. Bahkan, kata dia, membuat penyuluhan di tingkat sekolah menengah pertama (SMP).

"Kalau tadi dibilang mahasiswa tinggi, jadi kita pencegahannya lebih mundur lagi ke anak SMP kerja sama dengan Disdik, kita ada program sehat bersama sahabat, anak SMP kelas 8 kita kasih informasi," ujar dia.